• Nusa Tenggara Timur

Kampung Adat Lamboya-Sumba Barat yang Terbakar akan Direkontruksi Ulang

Imanuel Lodja | Senin, 08/12/2025 17:39 WIB
Kampung Adat Lamboya-Sumba Barat yang Terbakar akan Direkontruksi Ulang Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, bersama Wakil Bupati, Thimo Ragga mengunjungi korban kebakaran di Kampung Adat Waru Wora, Desa Patiala, yang terbakar pada Jumat (5/12/2025)

KATANTT.COM--Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, bersama Wakil Bupati, Thimo Ragga memastikan pembangunan atau rekontruksi ulang terhadap situs Kampung Adat Waru Wora, Desa Patiala, yang terbakar pada Jumat (5/12/2025).

Keduanya menegaskan hal tersebut kepada masyarakat yang menjadi korban kebakaran dalam kunjungan mereka pada akhir pekan lalu.

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade juga menyampaikan duka dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Barat atas kebakaran yang menghilangkan nilai sejarah, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Lamboya ini.

Orang nomor satu di Kabupaten Sumba Barat ini menegaskan Pemda Sumba Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat dan melakukan langkah-langkah pemulihan jangka panjang, termasuk rencana rekonstruksi rumah adat yang terbakar.

"Langkah jangka panjang perlu kita pikirkan dan kita bangun kembali dengan mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya," ujarnya dalam dialog dengan warga setempat.

Wakil Bupati Sumba barat Thimo Ragga juga siap mendata melalui dinas terkait bersama pemerintah desa untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga terdampak sama ini. “Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan semua keluarga yang terdampak bisa segera pulih,” katanya.

Tidak hanya dibangun ulang, Pemda Sumba Barat juga memastikan upaya fasilitas dan upaya mitigasi bencana pada kawasan permukiman tradisional akan tersedia karena sebagian besar bangunannya berbahan kayu dan ilalang yang rawan terbakar.

Wakil Bupati Thimo Rangga juga mengingatkan masyarakat agar tidak saling menyalahkan terkait awal mula sumber api yang menyebabkan malapetaka tersebut. “Serahkan pada kepolisian. Kami telah berkoordinasi dengan Polres Sumba Barat untuk mengetahui penyebab kebakaran ini,” tegasnya.

Bupati Sumba Barat Yohanes Dade juga menambahkan kondisi kampung adat dengan bahan kayu dan ilalang memang seringkali memicu kebakaran. Kebakaran sering terjadi beberapa tahun terakhir termasuk di Kampung Deke pada tahun 2021.

“Untuk itu pemerintah akan menyiapkan juga rumah sementara dan fasilitas air bersih melalui Dinas PU. Duka ini adalah duka kita bersama,” ujarnya.

Kebakaran melanda Kampung Waruwora, Jumat petang (5/12/2025), sehingga 41 kepala keluarga (KK) atau total 139 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Sementara Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali, menyatakan 78 persen dari kampung itu mengalami kebakaran.

Kompleks Kampung Waruwora ini memiliki 36 rumah adat, 26 rumah di antaranya hangus total dan dua rumah mengalami rusak berat akibat kebakaran sore itu.

Kejadian bermula saat sejumlah warga yang mengambil kayu untuk membuat kandang babi melihat atap di bagian belakang rumah milik Marsel Yeru sudah terbakar.

Mereka langsung memanggil pemilik rumah namun tak ada respon. Mereka langsung berupaya memadamkan api secara manual. Namun api cepat menyebar karena rumah-rumah ini berbahan alang-alang dan kayu.

FOLLOW US