• Nusa Tenggara Timur

Unika St. Paulus Ruteng Latih Pendidik dan Orang Tua PAUD Randong Wujudkan Pengasuhan Berbasis PHBS

Wilibrodus Jatam | Rabu, 12/11/2025 15:52 WIB
Unika St. Paulus Ruteng Latih Pendidik dan Orang Tua PAUD Randong Wujudkan Pengasuhan Berbasis PHBS Tim PkM Unika Santu Paulus Ruteng bersama Orang Tua dalam Kegiatan Pengasuhan Berbasis PHBS di PAUD Randong.

KATANTT.COM---Tim dosen dan mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Pendidik dan Orang Tua dalam Pengasuhan Berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di PAUD Randong” pada 10–11 November 2025.

Program ini merupakan bagian dari hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Batch III Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Unika Santu Paulus Ruteng dalam memperkuat kemitraan antara dunia akademik dan masyarakat melalui pendidikan karakter serta kesehatan anak usia dini.

Membangun Budaya Sehat Sejak Usia Dini

Kegiatan pelatihan ini dipimpin oleh Beata Palmin, M.Pd. sebagai ketua tim, dengan anggota dosen Makrina Sedista Manggul dan Maria D. Vista Banggur, serta mahasiswa Angela Merici dan Emerensiana Timan. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Kepala PAUD Randong, Sebastiana Ngening, S.Ag.

Dalam pelatihan ini, para dosen memberikan pembekalan kepada pendidik dan orang tua mengenai pentingnya PHBS sebagai dasar pengasuhan anak usia dini yang sehat, mandiri, dan berkarakter. Materi mencakup pemahaman konsep PHBS di lingkungan sekolah dan rumah, teknik pendampingan anak dalam praktik sehari-hari, serta pembuatan buku penghubung PHBS untuk mencatat aktivitas sehat anak di rumah.

Sinergi Guru dan Orang Tua dalam Pembiasaan PHBS

Ketua tim, Beata Palmin, M.Pd., menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara pendidik dan orang tua.

"Kami ingin memastikan bahwa pembiasaan hidup bersih dan sehat tidak berhenti di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari pola pengasuhan di rumah. Anak-anak akan meniru kebiasaan baik yang mereka lihat dari guru dan orang tuanya," ujar Beata.

Pelatihan dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi praktik PHBS, serta pendampingan pembuatan video dan poster edukatif PHBS, buku penghubung PHBS, serta format pelaporan PHBS bulanan.

Selain itu, tim juga membantu pihak sekolah dalam menyusun SOP dan rencana kerja tahunan PHBS agar penerapan program dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Apresiasi Kepala Sekolah dan Antusiasme Peserta

Kepala PAUD Randong, Sebastiana Ngening, S.Ag., menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dari tim Unika Santu Paulus Ruteng.

"Selama ini kami berupaya menanamkan nilai-nilai hidup bersih kepada anak, namun melalui pelatihan ini kami semakin memahami langkah-langkah sistematis yang bisa diterapkan di sekolah maupun di rumah," ujarnya.

Para peserta, yang terdiri dari guru dan orang tua, menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan berlangsung. Mereka menyusun komitmen bersama untuk menerapkan program PHBS mingguan di kelas dan di rumah, dengan memanfaatkan buku penghubung sebagai alat komunikasi dua arah antara guru dan orang tua.

Pemberdayaan Keluarga dan Lembaga PAUD

Anggota tim dosen, Makrina Sedista Manggul, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar sosialisasi kesehatan, tetapi juga bagian penting dari pendidikan karakter anak usia dini.

"Kebiasaan hidup bersih menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan empati sosial sejak dini. Ini adalah fondasi karakter yang kuat bagi anak," jelasnya.

Sementara itu, mahasiswa Angela Merici mengaku memperoleh pengalaman berharga selama kegiatan berlangsung.

"Kami belajar banyak tentang cara berkomunikasi dengan masyarakat dan pentingnya kerja sama lintas peran antara kampus, guru, dan orang tua," ungkapnya.

Harapan dan Keberlanjutan Program

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Unika Santu Paulus Ruteng Tahun 2025, dengan tujuan memperkuat kemitraan universitas dan lembaga PAUD di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Tim berencana melakukan pendampingan lanjutan selama tiga bulan untuk memastikan penerapan PHBS benar-benar menjadi budaya di PAUD Randong.

"Kami berharap PAUD Randong dapat menjadi model penerapan PHBS bagi satuan PAUD lainnya di Kabupaten Manggarai," tutur Beata Palmin.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan perangkat media edukasi PHBS kepada pihak sekolah.

Melalui kegiatan ini, Unika Santu Paulus Ruteng menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat serta pembentukan generasi sehat dan berkarakter sejak usia dini.

FOLLOW US