• Nusa Tenggara Timur

Tugu di Tanah Beamese: Ketika Tangan-Tangan Desa Menyatu dengan Tangan TNI

Wilibrodus Jatam | Minggu, 26/10/2025 17:41 WIB
Tugu di Tanah Beamese: Ketika Tangan-Tangan Desa Menyatu dengan Tangan TNI Anggota Satgas TMMD ke-126 Kodim 1612/Manggarai dan warga Desa Beamese bergotong royong membangun tugu desa dan memplester saluran irigasi.

KATANTT.COM---Di ufuk timur Cibal, pagi menetes perlahan di atas genteng rumah-rumah bambu. Di Desa Beamese, embun belum sepenuhnya sirna ketika suara palu dan cangkul mulai bersahutan, seperti orkestra kecil yang menandai lahirnya harapan baru.

Hari itu, anggota Satgas TMMD ke-126 Kodim 1612/Manggarai dan warga setempat bekerja tanpa sekat. Mereka menata batu, memoles semen, menegakkan tugu desa, dan memplester saluran irigasi. Dua pekerjaan sederhana, tapi bermakna panjang: menegakkan simbol dan mengalirkan kehidupan.

Di antara debu dan tawa, tak lagi jelas siapa tentara, siapa petani. Semua menjadi satu warna: warna kerja keras dan persaudaraan.

"Kami tidak hanya membangun irigasi," kata Sertu Puja Andrian, tangan kirinya berlumur semen, mata menatap aliran air yang mulai mengalir di sela parit. "Kami juga sedang menegakkan semangat kebersamaan yang lama tinggal di hati rakyat. Di sini, TNI dan rakyat bukan dua, tapi satu."

Tak jauh darinya, Yohanes Lento, lelaki tua yang telah menanam padi sejak zaman orde, tersenyum melihat anak-anak desa berlarian di sekitar tugu yang tengah dibangun.

"Tugu ini akan jadi penanda, bahwa kami pernah bekerja bersama. Irigasi ini akan menghidupi sawah kami, tapi yang paling menghidupkan adalah semangat gotong royong itu sendiri," tuturnya.

Menjelang sore, matahari berwarna tembaga menggantung di atas perbukitan. Di bawahnya, Beamese menatap masa depan dengan dada lapang. Tugu itu berdiri perlahan, sementara air irigasi mulai mengalir lembut ke ladang-ladang kering.

Mungkin, di tempat lain, pembangunan diukur dari panjang jalan dan tinggi bangunan. Tapi di Beamese, pembangunan adalah perihal lain: tentang tangan-tangan yang bersatu, tentang peluh yang menjadi doa, dan tentang cinta yang diwujudkan dalam kerja.

TMMD bukan sekadar program. Ia adalah cermin kecil dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Dua kekuatan yang bila saling menggenggam, mampu menumbuhkan kehidupan bahkan dari tanah yang paling sunyi.

Dan di Beamese, sore itu, Indonesia terasa begitu dekat dalam setiap tetes keringat, dalam setiap aliran air, dalam setiap batu yang ditegakkan dengan harapan.

 

 

FOLLOW US