Ketua IKA Smansa 87, Fransiscus Go dan para member, sangat terharu disambut secara resmi. Mereka dikalungi selendang tenun dari para tokoh adat dan juga ibu-ibu.
Fransiscus Go, "Abu Naek" di K
KATANTT.COM--Ketua Yayan Felix Maria Go (YFMG) Fransiscus Go membuktikan komitmen dan keseriusannya dalam membangun Kampung Maumolo yang terletak di Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Hal ini dibuktikan dengan Karya Bakti FMG bersama Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (IKA Smansa) angkatan 87 Kupang.
Sebagaimana suasana yang terlihat saat masyarakat Kuan Maumolo benar-benar larut dalam kegembiraan saat menyambut puluhan anggota Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (IKA Smansa) angkatan `87 Kupang, Jumat sore (3/10/2025). Kampung Maumolo yang terletak di Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) itu, tiba-tiba saja menjadi ramai.
Ratusan warga terlihat antusias menyambut rombongan IKA Smansa`87 yang jauh-jauh datang dari Kupang. Lantunan Natoni oleh tua-tua adat Kuan Maumolo yang dipimpin Leonardus Sife (60), menandai penerimaan secara adat. Ketua IKA Smansa 87, Fransiscus Go dan para member, sangat terharu disambut secara resmi. Mereka dikalungi selendang tenun dari para tokoh adat dan juga ibu-ibu.
Setelahnya, warga Maumolo, dari anak-anak hingga orang dewasa, mengajak rombongan IKA Smansa 87 menari bersama. Mereka benar-benar larut dalam "abu naek". Kegembiraan warga Maumolo ditumpahkan. Mereka terlihat melupakan sejenak, beban hidup yang menghimpit. "Terima kasih atas penyambutan yang sangat antusias ini. Saya sangat terharu," ujar Fransiscus Go di sela-sela kerumunan warga.
Sekedar tahu, IKA Smansa 87 yang berkolaborasi dengan Yayasan Felix Maria Go (YFMG), akan melakukan karya bakti di Kampung Maumolo, Sabtu (3/10/2025). Ada pemeriksaan kesehatan gratis. Pembagian buku literasi kepada anak-anak SD dan SMP. Pelatihan keterampilan memasak dan cara pembuatan tote bag. Pelatihan menanam sayuran organik. Lalu, melihat dari dekat sumur bor yang dibangun YFMG di beberapa titik, serta ke kebun sayur.
Kepada media ini, Fransiscus Go yang juga ketua YFMG mengatakan, Yayasan Felix Maria Go datang ke Maumolo dengan tiga karya dasar; karya pendidikan, karya kesehatan dan karya sosial ekonomi kemasyarakatan. "Kita memulai dengan pengadaan air bersih yang lancar sepanjang tahun. Masyarakat Maumolo tidak boleh menunggu bantuan pemerintah semata, tetapi bangkit dahulu bergerak, niscaya jika pemerintah pusat dan daerah melihat ada gerakan positif masyarakat, maka pasti bantuan akan datang. Pak bupati TTU sudah berbisik ke saya, bahwa beliau akan perhatikan pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya yang ada di Kampung Maumolo," tandas Fransiscus Go.
Pada sisi lain, reunian IKASMANSA`87 di Kampung Maumolo mendapat pujian dan apresiasi dari Prof. Dr. Novri Kandowangko. Menurut dosen Universitas Negeri Gorontalo itu, reuni IKA Smansa 87 kali ini benar-benar menyentuh masyarakat. "Luar biasa. Ini kegiatan IKA Smansa 87 yang paling berkesan. Terjun ke masyarakat dan memberikan pelatihan, edukasi dan memeriksa kesehatan mereka, adalah sesuatu yang sangat mereka butuhkan. Apalagi, ada pembuatan sumur bor dari Yayasan Felix Maria Go. Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi warga. Sungguh mulia apa yang dilakukan yayasan ini dan juga teman-teman IKA Smansa 87," ungkap Prof. Novri yang jauh-jauh datang dari Sulawesi.
Sementara kepala adat Kuan Maumolo, Leonardus Sife yang dimintai tanggapannya terkait aksi-aksi sosial dari IKA Smansa 87 dan YFMG, terlihat tidak dapat menyembunyikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada Fransiscus Go. Dia bersama warga Maumolo sempat tidak yakin ada pihak akan membantu mereka, keluar dari persoalan air bersih yang telah membuat warga mengalami kekeringan selama puluhan tahun.
"Apa yang Bapa Frans Go buat untuk kemajuan kampung kami, saya sebagai tokoh adat Maumolo sangat berterima kasih. Puluhan tahun kami mengalami kekeringan. Air bersih sulit kami dapatkan. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, masyarakat harus turun ke kali. Yang punya uang bisa beli tangki air. Kami benar-benar bersyukur. Semoga Tuhan memberkati Bapa Frans Go bersama keluarga besarnya. Diberi kesehatan dan panjang umur, supaya Bapa Frans Go melalui yayasannya memperhatikan kami," imbuh Leonardus Sife.