• Nusa Tenggara Timur

Bawaslu Belu Teruskan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN ke BKN

Yansen Bau | Rabu, 02/10/2024 16:28 WIB
Bawaslu Belu Teruskan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN ke BKN Ketua Bawaslu Belu, Agustinus Bau

KATANTT.COM---Laporan dugaan terlibat politik praktis oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Belu telah diproses Bawaslu Belu ke pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ketua Bawaslu Belu, Agustinus Bau membenarkan, laporan terkait pelanggaran dugaan netralitas ASN yang diterima pihaknya telah diproses memenuhi syarat laporan dan teruskan ke BKN.

"Tanggal 1 kemarin kita sudah teruskan berkas dan bukti sudah yang bersangkutan ke BKN," terang dia saat dihubungi media, Rabu (2/10/2024).

Menurut Agustinus, nantinya pihak BKN yang akan menindaklanjuti proses klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

"Tidak diperiksa di sini, nanti pihak BKN yang akan lakukan pemeriksaan," terang dia.

Masih menurut dia, pihak Bawaslu Belu terlebih dahulu melakukan kajian awal terkait laporan dugaan netralitas ASN dalam momentum Pilkada Belu 2024.

"Jadi, dilakukan kajian awal oleh tim hukum dan penanganan pelanggaran. Setelah dinyatakan memenuhi syrat laporan, maka diteruskan ke BKN," tambah Agustinus.

Ketika ditanyai soal identitas oknum ASN Belu, disampaikan bahwa untuk setiap pelapor maupun terlapor belum bisa diungkap kepada publik, sampai dengan proses selesai.

Dalam berita sebelumnya, beredar luas di media sosial, tangkapan layar percakapan di sebuah grup WA diduga oknum ASN berinisial AM Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Belu.

Dalam percakapan itu, AM mengarahkan anggota grupnya untuk berkumpul dan membawa data agar digunakan untuk mengukur kekuatan basis pasangan calon tertentu yang ikut berkompetisi dalam Pilkada Belu 2024.

Terhadap kasus tersebut yang bersangkutan AM dilaporkan oleh kuasa hukum paket Sahabat Sejati ke Bawaslu Belu.

"Laporan tentang dugaan keterlibatan oknum ASN atas nama Agustinus Mali telah diterima dan saat ini Bawaslu tengah meneliti berkas laporan yang telah diterima," kata Agustinus.

Terpisah, oknum ASN AM yang dikonfirmasi media terkait dengan laporan pengaduan tersebut belum memberikan tanggapan.

 

FOLLOW US