Inilah empat dari enam pendonor darah sukarela asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu dr. Samson Eha Theron, Abrion Muni Rasi saat menerima tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial dari Wakil Presiden RI, Maruf Amin di Hotel Sahid Jakata, Senin (5/8/2024)
KATANTT.COM--Enam pendonor darah sukarela asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial dari Wakil Presiden RI, Ma`ruf Amin di Hotel Sahid Jakata, Senin (5/8/2024).
Keenam pendonor tersebut adalah dr Samson Ehe Theron, SpPk, Nyoungky Kawengian, SKom, Nyoman Warisano, SH, Abrion Muni Rasi, SH, Godefridus Raden dan Johanis Ratu Lemba.
Mereka mendapat tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial setelah lebih dari 100 kali mendonorkan darah secara sukarela.
Untuk diketahui Pemerintah RI memberikan tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 1.591 pendonor darah sukarela. Wakil Presiden RI, Ma`ruf Amin yang menyerahkan langsung tanda kehormatan ini.
"Penghargaan akan dilangsungkan pada Senin 5 Agustus 2024 di Jakarta dan Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin secara langsung menyematkan tanda kehormatan tersebut kepada 1.591 pendonor darah sukarela," kata Sekjen PMI, Abdurrahman Mohammad Fachir dalam konferensi pers di Markas Pusat PMI, Jakarta Selatan.
Fachir menjelaskan 1.591 pendonor darah sukarela ini diberi tanda kehormatan satyalancana kebaktian sosial karena sudah melakukan donor sebanyak 100 kali. Dia menyebut 1.591 pendonor darah sukarela ini berasal dari 26 Provinsi di seluruh Indonesia.
Pendonor darah sukarela 100 kali yang berasal dari 26 provinsi di Indonesia, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan," terang Fachir.
"Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, DKI Jakarta, DIY, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Papua, Aceh, dan Jambi," sambungnya.
Dia mengatakan satyalancana Kebaktian Sosial merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah kepada pendonor darah sukarela. Selain itu, kata dia, dari PMI sendiri juga akan memberikan penghargaan kepada pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan sebanyak 10 hingga 75 kali.
Ketua Penyelenggara Penganugerahan, dr Linda Lukitari Waseso menambahkan, ada pendonor darah sukarela tertua dan termuda dengan jumlah donor terbanyak. Dia juga menjelaskan Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah pendonor darah sukarela terbanyak dalam pemberian tanda kehormatan satyalancana kebaktian sosial kali ini.
"Untuk usia tertua itu sudah di atas 75 tahun. Yang termuda itu usianya 35 sampai 40 tahun. Saat ini yang paling banyak yakni jawa timur sebanyak 627 pendonor darah sukarela yang akan hadir, dan itu dari tahun ke tahun," ungkap Linda.
"Yang kedua adalah Jakarta dengan kurang lebih 280. Yang ketiga jawa Tengah 208 orang. Yang lainnya kurang lebih ada yang 50, ada yang 30," lanjutnya.
Dia juga menjelaskan acara penganugerahan satyalancana Kebaktian Sosial akan dihadiri oleh mitra PMI di pemerintahan yaitu Kementerian Sosial RI, Kementerian Kesehatan RI, dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.
"Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjadi pendonor darah sukarela," ucapnya.