• Bisnis

Perdana, Bea Cukai Atambua Ekspor 1.415 Ekor Ikan Hias ke Timor Leste

Imanuel Lodja | Rabu, 19/10/2022 09:14 WIB
 Perdana, Bea Cukai Atambua Ekspor  1.415 Ekor Ikan Hias ke Timor Leste

KATANTT.COM--Bea Cukai Atambua di Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Mota`ain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/10/2022) untuk pertama kalinya melepas ekspor komoditi ikan hias tujuan Timor Leste. 

Ada 1.415 ekor ikan hias seberat 136 kilogram dari berbagai jenis yang diekspor oleh Perusahaan Dream Aquarium. Ada 11 jenis ikan hias yang diekspor perdana ke Timor Leste oleh Perusahaan Dream Aquarium.

Diantaranya adalah jenis ikan Cupang, Zebra, Koi, Koki, Guppi, Green Tetra, Sumatra, Komet, Moli, Synodontis, dan Manfish. “Manifest darat sudah dipenuhi, PEB sudah di-submit dan sudah NPE, proses INSW sudah diterima, segala perizinan telah dipenuhi, semua sudah legal," kata Kepala Bea Cukai Atambua, I Made Aryana, Rabu (19/10/2022).

Menurut Made, ekspor pedana ikan hias ini sejalan dengan tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance yang gencar memberikan asistensi, sosialisasi, dan pelayanan ekspor kepada para pelaku usaha khususnya UMKM di berbagai daerah.

Bea Cukai Atambua melalui Tim Klinik Ekspor mempunyai tugas utama untuk mendorong peningkatan minat dan jumlah eksportir melalui penyediaan media konsultasi, pelaksanaan sosialisasi, dan asistensi kegiatan kepabeanan khususnya bidang ekspor.

Dan lanjut Made, Bea Cukai selalu bersinergi dengan berbagai pihak terkait untuk mendorong dan mewujudkan kegiatan ekspor dari wilayah kerja Kantor Pelayanan Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Atambua. "Hal ini dilakukan untuk mendorong peningkatan ekspor komoditas daerah yang pada akhirnya akan membantu mendukung peningkatan ekonomi nasional," ucapnya.

Dari ekspor perdana ini, negara mendapat tambahan devisa negara sebesar USD 790,5. "Dan tambahan devisanya 790,5 Dolar Amerika," kata Made.

Dia berharap dengan adanya ekspor perdana ikan hias ini, dapat membangkitkan UMKM yang ada di Kabupaten Belu untuk mengembangkan usaha yang dapat diekspor ke Timor Leste. "Karena potensi kita sesungguhnya sangat besar”, jelas Made.

Ekspor perdana ikan hias ini adalah hasil kerjasama Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Atambua dengan Badan Karantina Ikan dan Pengendali Mutu Keamanan Hasil Perikanan Kupang Wilayah Kerja Atambua.

"Ini hasil kerjasama antara KPP-BC dan BKI-PM yang selalu melakukan sosialisasi dan asistensi secara rutin kepada Pengusaha UMKM Ikan Hias di wilayah pengawasan Bea Cukai Atambua yaitu Perusahaan Dream Aquarium hingga perusahaan tersebut siap untuk melaksanakan Ekspor Ikan hias secara mandiri," jelasnya.

Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan Kupang, Ridwan, mengatakan ekspor perdana ini bisa memotivasi pelaku usaha UMKM lain yang ada di Kabupaten Belu maupun NTT. "Para pengusaha yang lain, jangan takut apabila tidak punya modal, jangan khawatir dengan system perizinan," kata Ridwan.

Ridwan menjelaskan pihak Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan dan seluruh pihak terkait akan terus mendorong ekspor produk perikanan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. "Kita terus mendorong agar potensi perikanan dapat terus dikembangkan hingga dapat diekspor secara mandiri,” ujarnya.

Ekspor perdana ikan hias ini, dihadiri Yohanes Sebastianus sebagai eksportir ikan hias Perusahaan Dream Aquarium.

Yohanes menjelaskan Perusahaan Dream Aquarium untuk mendapat CKIB kelas E pertama dan satu satunya di NTT. Sebagai pengusahan lokal, Yohanes juga mengajak semua pelaku UMKM untuk memanfaatkan potensi perikanan yang ada.

FOLLOW US