• Nusa Tenggara Timur

Gubernur NTT Akui Peran Besar GMIT dalam Bidang Pendidikan di NTT

Imanuel Lodja | Kamis, 26/05/2022 10:35 WIB
Gubernur NTT Akui Peran Besar GMIT dalam Bidang Pendidikan di NTT Gubernur NTT, Viktor Laiskodat mendapat pengalungan kain adat Helong saat mengadiri perayaan satu abad Gereja Elim Bolok di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

KATANTT.COM--Ada yang menarik pada saat Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghadiri perayaan 100 tahun Gereja Elim Bolok, Rabu (25/5/2022). Orang nomor satu di NTT ini memberikan pengakuan tulus akan peran Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dalam dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

Termasuk pula, keberhasilan yang diraihnya sekarang menjabat sebagai seorang Gubernur NTT tak terlepas dari peran gereja.

"Saya paling gembira karena saya ulang-ulang menyatakan, saya produk gereja, karena punya sekolah dan saya produk dari pendeta yang mengajar saya. Jadi saya melakukan refleksi dalam hidup saya bahwa sekolah itu membuat saya berdiri hari ini di depan bapak ibu saudara saudara dan anak-anak sekalian," ungkap tulus VBL.

Karena itu, VBL berharap agar pendeta yang melayani di jemaat-jemaat mulai ditempatkan pada sekolah-sekolah GMIT.

"Kita lihat bahwa dulu kenapa sekolah GMIT begitu kuat. Contohnya saya, karena kami dilatih langsung oleh pendeta. Tidak ada guru lain, karena pendeta yang langsung ajar kami. Karena itu kami dilatih di gereja. Sebelum masuk SD kami sudah dilatih membaca. Sebelum masuk SD kami sudah dilatih berhitung,” kisah VBL.

Gubernur NTT, VBL berterima kasih untuk usaha kodifikasi dari sejarah gereja. Hal itu, menurutnya, merupakan sesuatu yang sangat baik karena orang Timor, orang Helong, orang Rote, orang Sabu, memiliki budaya tutur.

“Nanti yang menuturkan sudah tidak ada lagi apalagi seperti Gereja Elim Bolok yang katanya seratus tahun sudah berdiri gereja ini,” katanya.

"Salah satu langkah untuk membuat sejarah panjang gereja dapat diketahui oleh generasi yang akan datang adalah lewat kodifikasi sejarah Gereja sehingga sebagai gubernur, saya menyampaikan terima kasih untuk itu," tambahnya.

Ia berharap GMIT tetap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun sumber daya manusia. Dan kolaborasi itu bisa diaplikasikan pada semua gereja yang menjadi salah satu lembaga yang menghasilkan sekolah dan menghasilkan sumber daya manusia yang sangat luar biasa.

Namun VBL mengingatkan agar gereja tidak hanya memiliki semangat untuk membangun dan menghancurkan bangunan lama namun memiliki semangat menyisahkan sebagian bentuk bangunan sebagai bukti sejarah serta dapat menarasikan dengan baik sejarah gereja agar dapat menjadi bukti kepada generasi yang akan datang.

Bagi VBL, GMIT berperan penting dalam mendorong sumber daya manusia yang luar biasa dan terbukti dirinya menjadi hebat karena itu output pendeta Gereja Masehi Injili Timor (GMIT).

Sementara Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, mengungkapkan sukacita atas perayaan seratus tahun injil masuk di Bolok.

“Warna yang dominan di Gereja ini warna kuning emas. 50 Tahun kali dua. Biasa orang bilang 50 tahun itu tahun emas dan ini 50 kali dua, jadi memang tidak heran kalau semua penuh dengan kuning keemasan,” katanya.

Pdt. Dr. Mery Kolimon mengatakan, perayaan seratus tahun Gereja Elim Bolok tidak lepas dari SD GMIT Elim Bolok. Karena itu sebelumnya dia meminta agar para guru dan siswa SD GMIT Elim Bolok harus hadir karena perayaan sesungguhnya yang dirayakan adalah tentang merayakan 100 tahun peradaban masuk ke Bolok melalui pendidikan.

“Kalau kami punya gedung Gereja yang bagus, kalau ada pendeta yang datang silih berganti melayani di sini, langkah pertama itu adalah sekolah. Langkah pertama itu adalah pendidikan dan kita tidak boleh lupa dari mana kita datang. 100 tahun terlalu banyak hal terjadi. Hari ini 2022 langkah pertamanya 1922. Itu tahun yang tidak enak punya dan tidak ada satu orang yang bisa berdiri sekarang dan bilang tahun itu saya ada di Bolok. Kami di TTS bilang itu omong kosong,” jelas Mery Kolimon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda NTT, Ganef Wurgiyanto dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Q Parera. (sp/biroadpim/setdantt)

FOLLOW US