• Nusa Tenggara Timur

Seorang Ibu Rumah Tangga di TTS Tewas Kena Sambar Petir

Imanuel Lodja | Jum'at, 07/01/2022 11:48 WIB
Seorang Ibu Rumah Tangga di TTS Tewas Kena Sambar Petir Kapolsek Amanuban Selatan Ipda Maks Tameno bersama Kasium Aipda Made Mahayana, anggota Samapta Aipda Yeronius Serang dan Babinsa Desa Oebelo Serda Bone Suhardi mendatangi rumah duka.

KATANTT.COM--Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tewas disambar petir saat hujan, Jumat (7/1/2022). Korban meninggal adalah Delfiana Babys (24), warga Fiufoti, RT 23/RW 10, Dusun IV, Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Fiufoti, RT 23/RW 10, Dusun IV, Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS.

Tiga rekan korban berhasil selamat masing-masing Siska Tofeko (22), Maria Nenoliu (60) dan Desri Selan (17).

Menurut keterangan Antoneta Neon Leni (60), yang juga tetangga korban kalau ia mendengar bunyi petir sangat keras.

Antoneta pun keluar rumah dan melihat korban Delfiana Babya sudah tergeletak disamping rumahnya sambil kejang-kejang.

Antoneta pun berteriak memanggil Marselena Nono-Babys serta memberitahukan bahwa bahwa korban tersambar petir.

Saat Marselena Nono-Babys keluar rumah, ia melihat korban sudah tergeletak dan tidak bernyawa lagi.

Pada saat itu di dalam rumah, korban hanya bersama seorang anaknya yang berumur 2 tahun. Kondisi handphone dan cas milik korban juga dalam keadaan rusak.

Korban selamat Siska Tofeto mengakui bahwa saat itu sementara mencatok rambutnya.

Ia mendengar seperti bunyi petasan. Korban Siska juga merasakan seperti cahaya kilat sambaran arus listrik mengenai dirinya. Saat itu korban terjatuh dari kursi dan badan mengalami rasa kram.

Korban lain, Maria Nenoliu mengaku kalau saat itu korban sementara duduk di lantai tanah dalam rumah.

Tiba-tiba terdengar suara petir, seluruh isi rumah terlihat seperti percikan api dan terdengar letusan pada stop kontak listrik.

Saat yang bersamaan korban terjatuh ke tanah, badannya kejang dan tak berdaya selama sekitar 10 menit.

Sedangkan korban Desri Selam mengaku saat itu sementara berada dalam rumah dan mendengar bunyi petir.

saat itu korban melihat seperti ada cahaya percikan api menyambar dirinya dan langsung terjatuh serta merasakan badannya kejang.

Tim medis dari Puskesmas Panite dipimpin perawat Raul Sipa mendatangi rumah duka dan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap korban yang selamat.

Ketiga korban selamat kemudian dievakuasi dan diangkut menggunakan mobil ambulance untuk mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Panite dan didampingi oleh Camat Amanuban Selatan, Yohanis Asbanu, SPt bersama Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Maks Tameno, Sekcam dan Babinsa Koramil Panite.

Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Maks Tameno yang dikonfirmasi Jumat (7/1/2022) mengaku kalau pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. "Kita menghubungi pihak medis untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban (VER)," ujarnya.

Kapolsek Amanuban Selatan Ipda Maks Tameno bersama Kasium Aipda Made Mahayana, anggota Samapta Aipda Yeronius Serang dan Babinsa Desa Oebelo Serda Bone Suhardi mendatangi rumah duka dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

FOLLOW US