serangan tentara Armenia terhadap warga sipil Azerbaijan
BAKU, katantt.com - Serangan artileri dan rudal Armenia terhadap permukiman Azerbaijan menewaskan sedikitnya 61 warga sipil dan melukai 282 lainnya sejak 27 September, kata pihak berwenang setempat, Senin.
Sekitar 1.846 rumah, 90 apartemen dan 341 bangunan umum juga rusak dan tidak dapat digunakan karena serangan Armenia, ungkap Kantor Jaksa Agung Azerbaijan.
Bentrokan meletus antara dua bekas republik Soviet itu pada 27 September, ketika Armenia pertama kali melancarkan serangan terhadap permukiman sipil, dan sejak itu terus menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan.
Selama 10 hari terakhir Armenia melanggar gencatan senjata kemanusiaan di Karabakh, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Dalam dua serangan di Ganja, sebuah kota besar di Azerbaijan yang jauh dari garis pertempuran, rudal Armenia menewaskan sekitar dua lusin warga sipil - termasuk anak-anak - dan melukai puluhan lainnya.
Kamis lalu, Armenia menyerang warga sipil yang mengunjungi pemakaman di kota barat Terter, menewaskan empat orang dan juga melukai empat lainnya. dilansir dari Anadolu.
Gencatan senjata kemanusiaan baru mulai berlaku Sabtu kemarin.
Empat resolusi Dewan Keamanan PBB dan dua dari Sidang Umum PBB, serta organisasi-organisasi internasional, menuntut "penarikan pasukan pendudukan secara lengkap dan tanpa syarat segera" dari wilayah-wilayah pendudukan Azerbaijan.
Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi upaya itu tak kunjung berhasil.
Gencatan senjata, bagaimanapun, disetujui pada tahun 1994.
Kekuatan dunia termasuk Rusia, Prancis dan AS menyerukan gencatan senjata baru. Turki, sementara itu, mendukung hak Azerbaijan untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.