Tim Joint Investigation Polda NTT terus menggali informasi dari sejumlah pihak terkait dugaan intimidasi yang dilaporkan keluarga dr. Icha. Pada Rabu (15/7/2026) siang, penyidik Ditres PPA dan PPO Polda NTT meminta keterangan dari saksi ahli.
Empat terlapor dalam kasus dugaan intimidasi terhadap almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha mulai menjalani pemeriksaan di Mapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 10.40 wita.
PMKRI Cabang Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama keluarga besar almarhumah dr. Eliza Princilia Utami Pakaenoni (dr. Icha) menggelar aksi damai di kantor DPRD Kabupaten TTU bersama tenaga kesehatan Kabupaten TTU, Senin (13/7/2026).
Penyidik Gabungan Tim Joint Investigas Polda NTT menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap tiga oknum anggota DPRD TTU dan satu dokter hewan selaku terlapor dalam kaitan dengan laporan dugaan intimidasi pada almarhumah dr. Icha.
Penyidik Ditres PPA dan PPO Polda NTT secara maraton memeriksa saksi-saksi terkait dugaan intimidasi dan kematian dokter Icha. Pada Minggu (12/7/2026) petang, penyidik kembali meminta keterangan dari dua adik dr. Icha, Tiara Pakaenoni dan Elyn Pakaenoni. Keduanya diperiksa di ruang Subdit Perempuan Ditres PPA dan PPO Polda NTT sejak pukul 16.50 wita.
Tim Joint Investigation bentukan Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko mulai melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Icha yang meninggal dunia pada Sabtu (26/6/2026) lalu. Jumat (10/7/2026), tim mulai memeriksa saksi-saksi.
Keluarga inti dari almarhumah dr. Icha menjalani pemeriksaan maraton di ruang Subdit I/Perempuan Ditres PPA dan PPO Polda NTT, Jumat (10/7/2026). Pemeriksaan sejak pukul 10.00 wita baru selesai pada pukul 17.00 wita setelah sempat istirahat selama satu jam untuk makan siang.
Pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten TTU menolak pendampingan penasehat hukum saat pemeriksaan Gabriel Pakaenoni, ayah dari dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha, Senin (6/7/2026) lalu.
Gabriel Pakaenoni, ayah kandung dari almarhumah dr. Elisa Pricilia Utami Pakaenoni (dr. Icha), memenuhi undangan pemanggilan atas laporan yang sebelumnya disampaikan Badan Kehormatan (BK) DPRD Timor Tengah Utara (TTU).
Dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Therensius Lazakar (Golkar) dan Norbertus Tubani (PKB) mempercayakan penanganan masalah hukum kepada penasehat hukum mereka. Mereka pun secara resmi memberikan pernyataan publik sebagai terlapor dalam kasus intimidasi dr. Icha.
Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan telah menindaklanjuti laporan yang disampaikan keluarga almarhumah dr. E.P.U.P alias dr. Icha terkait dugaan tindak pidana intimidasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah pihak.
Jumlah pihak yang dilaporkan ke Polda NTT terkait dugaan intimidasi pada almarhumah dr. Eliza Pricilia Utami Pakaenoni alias dr. Icha bertambah. Selain melaporkan tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), istri salah satu anggota DPRD TTU tersebut ikut diperiksa
Seluruh dokter di Nusa Tenggara Timur (NTT) diimbau mengenakan pita hitam selama sepekan mulai 29 Juni - 5 Juli 2026. Aksi ini sebagai bentuk belasungkawa atas kepergian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha. Pengenaan pita hitam ini mulai dilaksanakan pada hari pemakaman dr. Icha pada Senin (29/6/2026).
Veronika Lake, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) buka suara soal dugaan intimidasi yang diduga dilakukannya. Politisi PDI Perjuangan ini diduga turut serta mengintimidasi dr. Icha saat bertugas di IGD Rumah sakit Leona Kefamenanu dua pekan lalu.
Keluarga dr. Eliza Pricilia Utami Pakaenoni atau dr. Icha mengungkap awal mula dugaan intimidasi tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) hingga membuat dokter tersebut depresi, trauma, kemudian meninggal saat menjalani perawatan kesehatan mental.