Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote membenarkan hal tersebut. "Sementara diambil keterangan," ujar Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote pada Senin petang.
Pemeriksaan ini masih dalam proses penyelidikan awal atas informasi yang beredar terkait dugaan intimidasi. Pengakuan yang sama disampaikan Nobertus Tubani.
Melalui pesan whatsapp, politisi PKB ini mengaku kalau ia sedang diperiksa memenuhi undangan pihak
Polres TTU. "Saya sementara diambil keterangan oleh pihak kepolisian, nanti kita info setelah selesai (pemeriksaan)," ujarnya.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan dengan mengedepankan alat bukti serta keterangan para saksi. Pengambilan keterangan terhadap para saksi sudah dilakukan akhir pekan lalu.
Penyidik memeriksa saksi-saksi yang bertugas bersama korban saat piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada hari kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan.
"Penyidik terus bekerja mengumpulkan fakta-fakta untuk membuat terang peristiwa ini. Hasil pemeriksaan para saksi nantinya kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," ujar Eliana Papote.
Penyidik berkoordinasi dengan pihak RS Leona guna memperoleh rekam medis terkait kondisi kesehatan dan kejiwaan dr. Icha selama menjalani perawatan pascakejadian.
"Kami juga berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli psikologi mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak. Semua dilakukan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku," jelasnya.
Koordinasi juga dilakukan dengan Ketua DPRD TTU terkait laporan keluarga kepada Badan Kehormatan DPRD, serta dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU guna mengetahui perkembangan dan respons organisasi profesi terhadap peristiwa tersebut.
Dokter Icha sendiri diketahui meninggal dunia pada Jumat petang (26/6/2026) setelah menjalani perawatan intensif atas trauma pasca mendapat Intimidasi dari beberapa anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU).
Jenazah dokter muda ini terlebih dahulu menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang usai ditemukan meninggal di kediamannya itu.
Dokter Icha sempat mengalami intimidasi oleh para anggota DPRD di antaranya Therensius Lazakar dari Golkar, Norbertus Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDI-P.
Mereka disebut melakukan bentakan, nada suara tinggi, dan sikap agresif, menunjuk-nunjuk wajah dan ancaman verbal.
Kejadian ini bermula ketika dr. Icha menangani seorang pasien anak yang dirujuk akibat gigitan ular pada 13 Juni 2026 lalu sekitar pukul 12.50 WITA. Anak tersebut merupakan ponakan dari Therensius Lazakar, anggota DPRD TTU.
Namun ketiganya mengklaim hanya panik sebagai keluarga pasien, meminta penjelasan medis, tanpa makian atau instruksi medis, dan nada tinggi karena khawatir. Mereka meminta maaf jika ada kesalahpahaman.