Kapolda NTT Sumbang Rp 100 Juta untuk Pembangunan Gereja Katolik di Ende Terdampak Gempa

Imanuel Lodja | Senin, 31/08/2026 15:34 WIB

Bertemu Uskup Agung Ende, Kapolda NTT Dan Jajaran Sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa Bertemu Uskup Agung Ende, Mgr Budi Kleden di Ende, Kapolda NTT Irjen Oil Rudi Darmoko dan jajaran sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa
KATANTT.COM--Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko saat menyambangi Keuskupan Agung Ende di Istana Uskup Agung Ende, Kawasan Nuaguta, Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona, Jumat (28/8/2026).
 
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kepedulian Polda NTT terhadap masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.
 
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko didampingi Kapolres Ende, sejumlah Pejabat Utama Polda NTT serta jajaran Bhayangkari Polda NTT dan Polres Ende. 
 
Kedatangan rombongan disambut hangat Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD bersama para imam dan komunitas Keuskupan Agung Ende.
 
Dalam kunjungan tersebut, Polda NTT menyerahkan bantuan bahan pokok serta dana sebesar Rp 100 juta yang diperuntukkan bagi pemulihan dan perbaikan sarana ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Bantuan dana tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata kepada Uskup Agung Ende.
 
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar Polda NTT kepada masyarakat yang terdampak bencana.
 
“Bantuan yang diserahkan kepada Keuskupan Agung Ende merupakan donasi sukarela dari seluruh anggota Polda NTT. Kami berharap bantuan ini dapat membantu mempercepat proses renovasi gereja-gereja yang rusak akibat guncangan gempa,” ujar Rudi Darmoko.
 
Menurutnya, tempat ibadah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemulihan sarana ibadah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemulihan masyarakat pascabencana.
 
Ia menyampaikan bahwa seluruh jajaran kepolisian di wilayah terdampak telah diarahkan untuk terus membantu masyarakat secara langsung, termasuk membersihkan puing-puing rumah warga, fasilitas pendidikan maupun rumah ibadah.
 
Bagi Polda NTT, penanganan bencana bukan hanya tentang mendistribusikan bantuan. Kehadiran personel di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting untuk membangun kembali rasa aman dan optimisme.
 
Jenderal polisi bintang dua ini menginstruksikan jajaran untuk terus menyisir wilayah terdampak, termasuk memastikan masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat segera dijangkau.
 
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila masih terdapat wilayah yang terisolasi atau belum mendapatkan bantuan.
 
“Apabila masih ada masyarakat atau wilayah yang belum tersentuh bantuan, segera informasikan kepada kami. Kami akan berupaya mengerahkan sumber daya yang ada untuk menjangkau dan membantu masyarakat,” tegasnya.
 
Pesan tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan tidak boleh berhenti hanya karena sebagian wilayah telah mulai kembali beraktivitas. Masih ada warga yang membutuhkan bantuan, masih ada bangunan yang harus dibersihkan, dan masih ada rasa takut yang perlu dipulihkan.
 
Uskup Agung EndeIrjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, SVD menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Kapolda NTT bersama seluruh jajaran.
 
Menurutnya, kunjungan langsung Kapolda ke Keuskupan Agung Ende, termasuk perhatian terhadap gereja-gereja yang mengalami kerusakan, memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi umat.
 
“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas kunjungan serta bantuan dari bapak Kapolda NTT dan seluruh personel Polda NTT. Dukungan ini membuat kami tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” ungkap Mgr. Paulus.
 
Keuskupan Agung Ende sendiri telah membentuk Posko Keuskupan untuk mengoordinasikan penanganan korban dan kebutuhan umat pascabencana.
 
Kehadiran personel kepolisian yang turut membantu membersihkan puing-puing bangunan gereja dan kapela yang rusak juga dinilai memberikan manfaat nyata dalam mempercepat proses pemulihan.
 
Menyikapi kondisi sejumlah bangunan gereja yang mengalami retakan akibat gempa, Uskup Agung Ende juga telah mengimbau para Romo dan Pastor Paroki agar pelaksanaan Misa dan kegiatan ibadah untuk sementara dilakukan di ruang terbuka.
 
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian demi memastikan keselamatan umat, mengingat kondisi sejumlah bangunan belum sepenuhnya dinyatakan aman.
 
Di tengah situasi tersebut, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak menjadi penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.
 
Pertemuan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko dan Uskup Agung Ende Mgr Budi Kleden kemudian ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan.
 
Uskup Agung Ende Mgr Budi Kleden turut mendoakan seluruh personel Polda NTT agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan perlindungan Tuhan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
 
TAGS : Polda NTT Bantuan Sosial Keuskupan Agung Ende Gempa Bumi