
Logo AJI Indonesia
KATANTT.COM--Jelang akhir masa jabatan Pengurus AJI Kupang Periode 2023-2026 maka AJI Kupang akan melaksanakan Konferensi Kota (Konferta) V sebagaimana amanat Anggaran Dasar dan Anggaran RumahTangga (AD/ART).
Ketua AJI Kupang, Djemi Amnifu mengatakan AJI Kupang telah membentuk Tim Kerja guna menyiapkan semua acara Konferta V AJI Kupang yang akan digelar Hotel Aston-Kupang dengan menghadirkan seluruh anggota AJI Kupang baik di Kota Kupang, Kabupaten Kupang maupun Belu.
“Konferta kali ini adalah kali kelima AJI Kupang menggelar Konferta dengan riang gembira. Konferta kali ini bukan hanya untuk memilih Pengurus AJI Kupang periode 2026-2029 namun juga merumuskan arah organisasi selama tiga tahun ke depan," kata Djemi Amnifu dalam pernyataan tertulis kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Selain menggelar pemilihan kepengurusan yang baru, Djemi menyebut bahwa Konferta ini juga akan diawali dengan Diskusi Publik dengan tema "Tantangan Kerja Jurnalistik di Tengah Gempuran AI" dalam meningkatkan kapasitas jurnalistik anggota AJI Kupang.
"Ada 21 anggota AJI Kupang yang memiliki hak untuk memilih Ketua dan Sekretaris AJI Kupang. Moment Konefrta ini juga akan dilakukan pengukuhan terhadap 12 anggota AJI Kupang yang baru," katanya.
Menurut Djemi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) AJI Indonesia, Bayu Wardhana dipastikan akan hadir sekaligus menjadi salah satu narasumber pada acara Diskusi Publik ini. Narasumber lainnya adalah Rossi Swan, Dosen Fisip Jikom Undana sedangkan moderator adalah Anna Djukana, Pengurus AJI Indonesia, Bidang Gender Anak dan Kaum Marginal.
Konferta V AJI Kupang ini diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi dan keputusan dalam memperkuat kerja organisasi jurnalis ini dalam menjaga indepensi, memperjuangkan kemerdekaan pers (kekebasan berekspresi), memperjuangkan kesejahteraan dan profesionalisme jurnalis.
Sejarah AJI Kupang
AJI Kupang adalah organisasi profesi jurnalis yang telah mengalami perjalanan sejarah panjang dan penuh tantangan dalam upaya memperjuangkan kebebasan pers dan independensi jurnalis di wilayahnya.
Sejarah AJI Kupang dimulai pada tahun 2000 ketika sekelompok jurnalis yang peduli terhadap kebebasan pers dan independensi jurnalis memutuskan untuk bersatu dalam sebuah organisasi.
Sayangnya, perjalanan mereka dimulai dengan kesulitan, karena kepengurusan pertama harus dibekukan karena adanya pelanggaran terhadap AD/ART AJI. Namun, semangat untuk memperjuangkan kebebasan pers tidak pernah pudar.
Pada periode 2000 hingga 2002, AJI Kupang mengalami masa vakum yang sulit. Status organisasi ini menjadi non-aktif baik dari segi keanggotaan maupun kepengurusan. Meskipun dalam kondisi sulit, semangat untuk melanjutkan tetap menyala di hati para jurnalis ini.
Pada bulan Desember 2002, jurnalis Jemris Fointuna, memutuskan untuk mengambil langkah berani. Ia berkomunikasi dengan beberapa pengurus AJI Indonesia, seperti Ati Nurbaiti, Mas Farid, Heru Hendartmoko, Mas Edi, Abdul Manan, Eko Maryadi, dan Suwarjono.
Meskipun belum ada mandat lisan atau tertulis, komunikasi ini adalah langkah awal menuju kembali bangkitnya AJI Kota Kupang.
Pada Agustus 2004, AJI Indonesia memberikan sinyal bahwa mereka ingin mengaktifkan kembali AJI Kota Kupang, meskipun dengan status "AJI Persiapan".
Jemris Fointuna diberikan mandat lisan untuk melakukan konsolidasi internal kelembagaan dan merekrut calon anggota. Setelah dua tahun melakukan konsolidasi, pada bulan April 2006, AJI Indonesia mengutus dua pengurus, Heri Soba dan Eko Maryadi, untuk membentuk AJI Persiapan Kota Kupang.
Deklarasi ini dihadiri oleh sekitar 40 jurnalis di aula Yayasan Purnama Kasih (Yaspurka) Kupang, di samping Radio Trilolok Swara Verbum. Pada kesempatan ini, mereka memilih dan menetapkan Jemris Fointuna sebagai Koordinator AJI Persiapan Kota Kupang.
Pada tanggal 8 November 2008, di aula Hotel Sasando Kupang, digelar Konferensi Luar Biasa (KLB) dengan satu agenda utama, yaitu pemilihan pengurus AJI Persiapan Kota Kupang.
KLB memilih pengurus AJI Persiapan Kota Kupang dengan Ketua Jemris Fointuna dan Sekretaris Alfons Nadabang. Acara ini dihadiri oleh pengurus AJI Indonesia, termasuk Heri Soba.
Setelah menunggu selama delapan tahun, pada tanggal 28 November 2008, AJI Persiapan Kota Kupang akhirnya diresmikan kembali menjadi AJI Kota Kupang dalam Kongres VII AJI di Denpasar, Bali. Ini adalah momen penting yang memulai babak baru dalam sejarah AJI Kupang.
Kepengurusan AJI Persiapan Kupang dikukuhkan menjadi pengurus AJI Kota Kupang masa jabatan 2008-2012 bersamaan dengan peresmian AJI Kupang pada Kongres AJI di Denpasar, Bali.
Sejak itu, AJI Kota Kupang terus berkembang dan mengalami perubahan kepemimpinan. Berbagai pemimpin telah muncul dan membawa organisasi ini menuju prestasi lebih besar.
Tahun 2012 menandai terpilihnya Simon Nilli sebagai Ketua, dan Willy Korebima sebagai Sekretaris dalam Konferta AJI Kupang I di Hotel Sasando.
Pada Konferta AJI Kupang II tahun 2015 di Amaris Hotel, Aleks Dimoe terpilih sebagai Ketua, dan Jhon Seo menjadi Sekretaris.
Selanjutnya pada Konferta III Tahun 2018 di Hotel Naka, Marthen Bana terpilih sebagai Ketua dan Imanuel Lodja sebagai Sekretaris untuk masa kepemimpinan 2019-2022.
Namun Marthen Bana, kemudian mengundurkan diri karena memilih menjadi calon legislatif hingga masa jabatan-nya dilanjutkan oleh Imanuel Lodja sebagai Pelaksana Ketua hingga digelar Konferta.
Setelah sempat tertunda selama setahun lebih, akhirnya berhasil digelar Konferta IV AJI Kupang pada tahun 26 Agsutus 2023 di Hotel Kristal, Djemi Amnifu kemudian terpilih sebagai Ketua dan Linda Makandoloe sebagai Sekretaris.
Konferta IV ini merupakan kali pertama Konferta AJI Kupang dihadiri langsung oleh Ketua Umum AJI Indonesia, Sasmito Mahdim. Hingga kemudian, digelar Konefrta V AJI Kupang pada 28 Agustus 2026 di Hotel Aston dan akan dihadiri Sekjen AJI Indonesia, Bayu Wardhana.
TAGS : AJI Kupang Konferta Sekjen AJI Indonesia Bayu Wardhana