Sempat Ditutup karena Gempa, BBKSDA NTT Kembali Buka Taman Wisata Alam di Flores
Imanuel Lodja | Senin, 31/08/2026 15:15 WIB
Taman Wisata Alam (TWA) 17 Pulau di Kabupaten Nagekeo yang sempat ditutup karena gempa akhirnya kembali dibuka.
KATANTT.COM--Dua pekan pasca gempa bumi Flores, kondisi mulai berangsur-angsur pulih dan aktivitas mulai berjalan normal. Mulai pekan ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuka kunjungan wisata alam di tiga kawasan terhitung 30 Agustus 2026.
Kepala
BBKSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, mengatakan yakni Taman Wisata Alam (TWA) tersebut yakni TWA Ruteng, TWA 17 Pulau, dan TWA Gugus Pulau Teluk Maumere. Namun pembukaan ini dengan pembatasan. "Benar, mulai dibuka namun dengan pembatasan," ujarnya pada Senin (31/8/2026).
Adhi menilai aktivitas pariwisata di sejumlah kawasan konservasi Flores sempat menunjukkan tren penurunan saat gempa susulan sejak 15 Agustus 2025 dan kini aktivitas wisatawan mulai kembali bergeliat.
"Pembukaan ini juga mempertimbangkan hasil pemantauan aktivitas kegempaan oleh BMKG serta hasil penilaian terhadap kondisi fasilitas dan kesiapan petugas di kawasan konservasi," katanya.
Ia menegaskan dalam pembukaan kembali kunjungan wisatawan khususnya di TWA 17 Pulau dengan kuota maksimal 50 pengunjung setiap hari.
"Kuota itu terdiri dari 25 wisatawan mancanegara dan 25 wisatawan nusantara karena meski kembali dibuka,
BBKSDA NTT tetap menerapkan prinsip kehati-hatian," jelasnya.
BBKSDA juga membatasi kunjungan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, serta wisatawan yang membutuhkan bantuan khusus.
Kebijakan pembukaan kunjungan ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan keselamatan wisatawan dan petugas sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi. "Kondisi kawasan dan perkembangan situasi kebencanaan akan terus dipantau," katanya.
BBKSDA mengingatkan wisatawan untuk tidak lengah meski kawasan wisata telah kembali dibuka dengan menjauhi lokasi yang berpotensi membahayakan, seperti tebing atau lereng curam, bangunan rusak, serta area yang mengalami retakan tanah.
"Juga wajib memperhatikan jalur evakuasi dan titik kumpul yang tersedia sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana susulan," katanya.
BBKSDA NTT juga menegaskan kepada wisatawan untuk menghormati penyintas gempa dengan tidak memasuki kawasan pengungsian kecuali untuk kepentingan penyaluran bantuan resmi. "Pengunjung dilarang mengambil foto atau video korban maupun lokasi pengungsian tanpa izin," tegas Adhi melalui surat edarannya.
Wisatawan juga ditegaskan untuk menggunakan air bersih dan fasilitas lainnya dengan bijak agar tidak mengganggu kebutuhan warga yang masih terdampak bencana.
BBKSDA NTT juga mengajak wisatawan berkontribusi dalam pemulihan masyarakat, antara lain melalui penyaluran bantuan langsung atau melalui posko darurat yang dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.
TAGS : Pulau Flores Gempa Bumi BBKSDA NTT