
Kapolsek Takari Iptu Nyoman Gurina,SH,MH dan anggota saat mengunjungi orang tua Nanny sebelum acara pemakaman, Rabu (19/5/2021) lalu
katantt.com--Orang tua Nona Welkis sempat membuat laporan polisi di Polres Kupang Kota oleh Adreanus Lie Welkis, ayah dari Yuliana Apriani Lie Welkis alias Nona Welkis terkait kehilangan anak gadisnya.
Saat dihubungi melalui handphonenya, Jumat (21/5/2021) pagi, Adreanus mengaku sangat terpukul atas kematian tragis anak gadisnya.
"Dia (korban), adalah anak keempat dari 8 bersaudara," ujarnya.
Kamis (13/5/2021) saat libur lebaran, sekitar pukul 16:30 wita korban, Yuliana Apriani Lie Welkis pamit untuk cari kerja.
Ia berangkat dari Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang menuju ke Kota Kupang menggunakan mobil travel.
"Ia tiba di Kupang sekitar pukul 18:00 wita diantar langsung oleh sopir travel sampai di kost di Jalan Bajawa RT 42/RW 13 kelurahan Fatululi, Kota Kupang," tandasnya.
Saat itu, korban membawa beras dan pakaian dan tas kecil yang ditinggalkan di kost.
Keesokan harinya atau Jumat (13/5/2021) sekitar pukul 14.00 wita, korban dijemput oleh orang yang tidak dikenal di dekat SPBU El Tari dekat Bank Christa Jaya.
"Setelah itu korban tidak bisa dihubungi lagi oleh keluarga hingga Sabtu lalu," tambahnya.
Pada Sabtu (15/5/2021) sekitar pukul 15:00 wita, orang tua korban bersama keluarga datang ke Kota Kupang di kost kakak korban di Jalan Bajawa, Kota Kupang.
Karena korban hilang kabar maka orang tua korban menghubungi bhabinkamtibmas desa Noelmina untuk mendampingi orang tua korban membuat laporan orang hilang di Polres Kupang Kota pada Sabtu (14/5/2021) sekitar pukul 17:30 wita.
Korban sehari-hari biasa disapa Nona atau Nanny merupakan anak keempat dari delapan bersaudara.
"Nanny sangat menyayangi kedua orang tuanya dan kakak adiknya. Kalau Nanny ada di rumah, dia selalu membantu orang tua menyiram sayur," ujar ayah korban.
Nanny juga rajin mengangkat air dan mencari kayu bakar untuk kebutuhan memasak bagi anggota keluarga.
"Pada Kamis lalu, Nanny pamitan kepada mama, bapa juga kakak dan adik untuk berangkat ke Kupang menemui perusahan yang membutuhkan tenaga kerja," tambahnya.
Nanny tertarik dengan upah yang ditawarkan senilai Rp 1.250.000 dengan harapan bilamana dia bekerja maka gaji akan digunakan Rp 250.000 untuk transportasi.
Sedangkan uang Rp 1.000.000, Nanny akan membantu orang tua membangun rumah.
"Hari Kamis sore sekitar pukul 17.00 wita, Nanny minta bapa untuk mengantarnya Ke Kupang. Tapi sayang, bapa hanya bisa mengantarnya naik (mobil) travel saja," tandasnya.
Pada Jumat (14/5/2021), Nanny hilang kontak sama sekali sampai ditemukan jenazahnya.
"Kepergiannya sangat menyedihkan keluarga khususnya mama dan bapa. Nanny diperkosa kemudian dibunuh. Tubuhnya ditusuk, dipotong bahkan sampai rambut kepala pun tidak menempel lagi dikepala. Perbuatan pelaku sangat sadis, tidak berperikemanusian," ujarnya.
Keluarga sangat mengharapkan agar pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.
"Kami sangat mengharapkan dukungan doa untuk keluarga besar Welkis," ujarnya.
TAGS : Orangtua Sempat Lapor Polisi