KATANTT.COM--Dominikus Seran (67), warga Dusun Raiksouk, Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka,ditemukan dalam Kali Motadelek, Desa Leunklot, Kecanatan Weliman, Kabupaten Malaka telah meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan pada Jumat (21/8/2026) petang.
Dalam kesehariannya, korban setiap harinya sekitar pukul 09.00 wita berangkat dari rumah menuju ke kebunnya di Desa Biris, Kecamatan Wewiku dan biasanya pada pukul 11.00 wita korban selalu pulang ke rumah untuk makan siang.
Pada Kamis (20/8/2026) pagi, korban sempat memberitahukan anaknya Aplonia Seran kalau besoknya pada Jumat (21/8/2026) ia hendak menjala ikan di Kali Motadelek.
Jumat pagi sekitar pukul 09.00 wita, korban berpamitan kepada anaknya untuk ke kebun dan akan menjala ikan di sekitar Kali Motadelek. Hingga pukul 17.30 wita, Aplonia menanyakan keberadaaan korban kepada anak-anaknya, Ice Leki dan Riska Leki.
Namun keduanya tidak mengetahui keberadaan korban sehingga Aplonia mengajak kedua anaknya mencari korban ke kebun milik korban, namun mereka tidak menemukan korban.
Aplonia dan kedua anaknya kemudian mencari korban dengan cara menyusuri di sekitar Kali Motadelek karena Aplonia ingat kalau pada Kamis pagi korban sempat menyampaikan bahwa akan menjala ikan pada keesokan harinya.
Upaya pencarian membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.30 wita, mereka menemukan korban dalam keadaan mengapung dan sudah tidak bernyawa di permukaan air kolam kali Motadelek, Dusun Raiksouk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.
Aplonia kemudian menginformasikan kepada Kepala Desa Leunklot, Yulius Leki Seran sehingga Kepala Desa Leunklot langsung menyampaikan informasi penemuan mayat tersebut kepada Kapolsek Weliman.
Kapolsek Weliman, Ipda Xaverius Mere Gade bersama Piket SPKT
Polsek Weliman mendatangi dan mengamankan TKP kemudian menyampaikan kejadian tersebut kepada pada Unit Identifikasi
Polres Malaka untuk dilakukan olah TKP. Unit Identifikasi tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.
Saat itu jenazah korban ditemukan dalam posisi telungkup menghadap ke bawah di dalam air dengan kedalaman air sekitar kurang lebih 2,5 meter. Saat itu korban masih memegang tali jala ikan.
Jenazah korban dievakuasi dengan l mobil ambulance milik Puskesmas Weliman ke RSPP BETUN untuk visum et repertum oleh dokter. Jenazah diperiksa dr. Sherlin Taolin dan ditemukan luka di beberapa bagian tubuh korban seperti gigitan binatang air.
Usai visum, dr. Sherlin Taolin menjelaskan kepada pihak keluarga korban, sehingga pihak keluarga korban menerima peristiwa kematian korban tersebut sebagai musibah. Jenazah korban kemudian dibawa kembali ke rumah duka korban untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Korban dipastikan meninggal dunia karena tenggelam pada saat menjala ikan di Kali Motadelek, Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.
Pihak keluarga diwakili adik kandung korban, Leonardus Bere dan anak kandung korban, Metriana Hoar Seran membuat surat pernyataan dan berita acara penolakan otopsi terhadap jenazah korban.