Persit menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak gempa di Manggarai.
KATANTT.COM---Di tengah situasi sulit pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Manggarai, perhatian dan kepedulian kembali hadir di tengah warga. Persatuan Istri Tentara (Persit) turun langsung menyapa masyarakat terdampak bencana di Desa Golo Watu, Dusun Ru’a, Kecamatan Wae Ri`i, Kabupaten Manggarai, Sabtu (22/8/2026).
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Ny. Kartika Hendro Cahyono, didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVII Dim 1612, Ny. Resda Amos C. Silaban, menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak gempa.
Kehadiran rombongan Persit tidak sekadar membawa bantuan kebutuhan pokok. Mereka juga datang menyapa warga, mendengarkan keluhan para pengungsi sekaligus memberikan penguatan moral kepada masyarakat yang masih berjuang melewati masa sulit setelah bencana.
Satu per satu paket sembako diserahkan kepada warga. Senyum dan raut haru tampak dari wajah masyarakat yang menerima bantuan tersebut.
Ny. Kartika Hendro Cahyono mengatakan, kehadiran Persit merupakan wujud solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.
"Kami datang bukan hanya membawa sembako, tetapi juga membawa kepedulian dan semangat. Kami ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendirian."
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit dari situasi pascagempa.
"Semoga bantuan ini sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari dan memberi kekuatan bagi masyarakat untuk melewati masa sulit setelah gempa," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi warga terdampak bencana membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, Persit berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam aksi-aksi kemanusiaan dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Bagi warga terdampak, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar paket sembako. Kehadiran langsung para ibu Persit menjadi pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menghadapi dampak bencana.
Salah seorang warga terdampak, Ibu Maria, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Persit.
"Kami sangat berterima kasih karena sudah datang melihat kami dan memberikan bantuan. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami."
Ia juga mendoakan agar seluruh jajaran Persit senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Aksi sosial di Dusun Ru`a itu menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak berhenti pada bantuan material. Sapaan, kehadiran, dan perhatian langsung juga menjadi kekuatan bagi warga untuk menghadapi masa pemulihan.
Di Desa Golo Watu, kepedulian itu hadir dalam bentuk sederhana, tetapi bermakna: sembako untuk kebutuhan, sapaan untuk menguatkan, dan kehadiran untuk menumbuhkan harapan.