Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai, Frumencius Linus Tojo Kurniawan.
KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengimbau seluruh pelaku usaha dan mitra usaha di daerah itu untuk tidak melakukan penimbunan barang maupun menaikkan harga secara tidak wajar di tengah kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 skala Richter (SR).
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai, Frumencius Linus Tojo Kurniawan, pada Jumat (21/8/2026).
Dalam imbauannya, pemerintah daerah meminta seluruh pelaku usaha ikut menjaga ketersediaan dan kestabilan harga barang, terutama kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Kebutuhan tersebut antara lain bahan makanan, selimut, pakaian, perlengkapan tidur, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan logistik lainnya.
Pemerintah menegaskan, situasi bencana tidak boleh dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan secara tidak wajar dengan mengorbankan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Ada tiga poin penting yang menjadi perhatian para pelaku usaha.
Pertama, pelaku usaha diminta tidak melakukan penimbunan barang yang dapat menyebabkan kelangkaan dan memicu kenaikan harga.
Kedua, pelaku usaha tidak diperbolehkan memanfaatkan situasi bencana untuk menaikkan harga barang secara tidak wajar.
Ketiga, seluruh pelaku usaha diharapkan bergandengan tangan dengan pemerintah daerah melalui kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
"Jangan menimbun barang dan jangan memanfaatkan situasi bencana untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Mari bergandengan tangan membantu masyarakat terdampak," tegas Frumencius.
Ia berharap, kepedulian dan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen, termasuk dunia usaha, sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat melewati masa sulit pascagempa.
Imbauan tersebut sekaligus menjadi bentuk ajakan kepada para pelaku usaha untuk mengambil bagian dalam penanganan dampak bencana, bukan hanya sebagai penyedia kebutuhan masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan sosial di tengah situasi darurat.
"Kita semua harus bergandengan tangan dan bertanggung jawab agar masyarakat dapat melewati masa-masa sulit ini," ucap Frumencius.