• Nusa Tenggara Timur

Salurkan Bantuan, Polairud Evakuasi Korban Reruntuhan Gempa di Pulau Palue-Sikka

Imanuel Lodja | Senin, 17/08/2026 09:33 WIB
Salurkan Bantuan, Polairud Evakuasi Korban Reruntuhan Gempa di Pulau Palue-Sikka Anggota Polairud Polda NTT membantu proses evakuasi dua warga Pulau Palue yang menjadi korban gempa

KATANTT.COM--Dua warga di Pulau Palue, Kabupaten Sikka menjadi korban gempa Flores. Kedua korban terkena runtuhan matetial saat gempa melanda Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
 
Kedua warga yang mengalami luka dam butuh penanganan serius masing-masing Acelin Meti, anak perempuan berusia 10 tahun dan merupakan warga Dusun Watuweko, Desa Ladulaka, Kecamatan Palue Kabupaten Sikka dan Jenilson Kornelius Ngaji )26), seorang pria yang tinggal di RT 001/RW 001, Nitung-Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka 
 
Personil Polairud dari Markas Unit (Marnit) Sikka diberangkatkan menggunakan KP Pulau Ndao-3009 menuju pelabuhan Wuring, Kabupaten Sikka.
 
Anggota kemudian membawa kedua korban rujukan yang tertimpa bangunan pasca gempa bumi di wilayah kecamatan Palu’e ke Maumere guna mendapatkan layanan kesehatan yang lebih memadai.
 
Crew kapal Marnit Sikka pun membawa pasien rujukan yang tertimpa runtuhan akibat gempa bumi dari Palu’e menuju ke Maumere karena mengalami luka berat.
 
Begitu tiba di Pelabuhan Wuring, kedua korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit TC. Hillers Maumere dengan menggunakan mobil ambulance guna mendapat penanganan medis  lebih lanjut.
 
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko didampingi Plh Kabid Humas, Kombes Pol Sajimin menyebutkan bawa Polri memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
 
Melalui Ditpolairud Polda NTT, bantuan makanan dan minuman disalurkan kepada masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka yang sempat mengalami keterisolasian.
 
NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko  menegaskan, seluruh laporan mengenai masyarakat yang membutuhkan bantuan akan ditindaklanjuti, termasuk informasi yang diterima melalui media sosial.
 
“Jadi mendapat laporan medsos kemudian ditanggapi, kita kemudian langsung mengirim anggota,” jelas Rudi Darmoko, Minggu (16/8/2026) malam.
 
Perhatian Polri juga diarahkan pada kondisi psikologis korban bencana, khususnya anak-anak. Mabes Polri mengirimkan tim kesehatan dan trauma healing yang nantinya akan berkolaborasi dengan tim trauma healing Polda NTT.
 
Polda NTT sendiri memiliki konselor dan terapis yang mempunyai kemampuan menggunakan metode U-SEFT (Ultimate The Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique).
 
Menurut Rudi Darmoko, metode tersebut telah diterapkan di sejumlah Polres, termasuk kepada anak-anak korban gempa di Kabupaten Ende.
 
“Tim terapis Polres Ende juga sudah mengaplikasikannya kepada anak-anak yang jadi korban bencana, karena mereka benar-benar masih trauma,” ungkapnya.
 
Kapolri memberikan dukungan berupa satu unit pesawat CASA dari Korpolairud Baharkam Polri yang di-BKO-kan untuk mendukung transportasi selama penanganan bencana.
 
“Alhamdulillah sudah di-BKO-kan juga dari Korpolairud Baharkam Polri berupa satu unit pesawat CASA, sehingga untuk transportasi kami bisa sangat-sangat membantu,” katanya.
 
Selain dukungan personel dan transportasi, Mabes Polri juga mengirimkan bantuan berupa makanan cepat saji, minuman, tenda, velbed dan obat-obatan yang selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di Pulau Flores.
 

FOLLOW US