Warga di Pulau Kera saat mengambil air bersih bantuan Polairud Polda NTT
KATANTT.COM--Anggota Direktorat Polairud Polda NTT kembali melakukan kegiatan sosial berupa pembagian air bersih secara cuma-cuma. Kali ini kru kapal patroli Wilayah Teluk Kupang membagikan air bersih bagi warga di Pulau Kera, Kabupaten Kupang pada Selasa (11/8/2026).
Penyaluran air bersih ini melibatkam crew KP P. Pomana 3017, KPC 2005, KP P. Adonara 3010, KP P. Sebayur 3011, KP Flobamora 3014, KP 2003 dan crew KP P. Tereweng 3002.
Sejak pagi, personil kapal Marnit Teluk Kupang bertolak ke Pulau Kera menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Pulau Kera dengan menggunakan KP P. Pomana XXII-3017.
Mereka bertolak dari Dermaga Ditpolairud Polda NTT menuju Pulau Kera dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Tiba di perairan Pulau Kera, anggota Dotpolairud Polda NTT langsung menyalurkan air bersih ke masyarakat nelayan Pulau Kera.
Warga pun berbondong-bondomg membawa wadah untuk menampung air bersih untuk dipakai bagi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat Pulau Kera mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih yamg diberikan oleh Polairud Polda NTT.
"Kami sangat terbantu dengan bantuan air bersih dari Polairud Polda NTT," ujar Hamzah, salah satu warga di Pulau Kera.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menyebutkan kalau aksi ini digelar dalam rangka memperingati HUT Ke 81 RI tahun 2026.
Pihaknya menyadari kalau warga di Pulau Kera selama ini mengeluhkan soal air bersih. "Kita harap bantuan ini bisa membantu warga karena sangat membutuhkan air bersih," ujarnya.
Pulau Kera adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Kota Kupang yang memiliki luas 43 hektare dan masih tergolong alami. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.
Pulau ini dihuni oleh Suku Bajo, merupakan kelompok pelaut yang telah lama menetap di wilayah tersebut. Kehidupan mereka sangat bergantung pada laut, baik sebagai sumber pangan maupun identitas budaya.
Meskipun bernama Pulau Kera, wilayah ini tidak dihuni oleh kera. Nama ini berasal dari kata Kaeya yang artinya penyu. Dari kata kaeya inilah banyak masyarakat setempat yang salah menyebutkan dan lama-lama menjadi kera.
Pulau Kera termasuk dalam Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang yang dimanfaatkan sebagai daerah wisata berbasis konservasi. Pulau ini menyuguhkan kejernihan air laut berwarna hijau tosca yang sangat luas dan kehidupan ekosistem bawah laut yang memukau.
Tidak hanya itu, pulau ini juga memiliki pantai dengan pasir putih dan lembut. Pulau Kera tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga sebagai tempat konservasi penyu yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung.