Ketua PTMSI Kabupaten Manggarai, Yohanes Regon.
KATANTT.COM---Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Manggarai menyiapkan agenda Open Tournament Motang Rua CUP pada November 2026 dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Berbeda dengan Turnamen Tenis Meja Bupati Cup I yang saat ini berlangsung antarinstansi, turnamen tersebut akan terbuka untuk masyarakat umum.
Ketua PTMSI Kabupaten Manggarai, Yohanes Regon, mengatakan Open Tournament tersebut diharapkan dapat mempertemukan para pemain tenis meja dari seluruh wilayah Manggarai Raya.
"Bulan November mendatang, kami akan membuka turnamen terbuka Motang Rua Cup. Pesertanya terbuka untuk umum," kata pria yang akrab disapa Jhon Regon kepada media di sela-sela turnamen tenis meja Bupati Cup I pada Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen terbuka tersebut menjadi bagian dari upaya PTMSI kembali memasyarakatkan olahraga tenis meja setelah organisasi tersebut hampir dua dekade tidak berjalan.
Jhon Regon menjelaskan, kepengurusan PTMSI Kabupaten Manggarai kembali dibentuk pada 2024 melalui SK Pengurus Provinsi PTMSI NTT Nomor 12 Tahun 2024 tertanggal 24 Juli 2024. Sebelumnya, organisasi tenis meja di Manggarai vakum selama hampir 20 tahun.
"Tahun 2024 kami membentuk kembali kepengurusan. Tahun 2025 fokus pembenahan organisasi, sehingga pada 2026 baru kami bisa menyelenggarakan turnamen," katanya.
Turnamen Bupati Cup I Antarinstansi se-Kabupaten Manggarai yang digelar sejak Senin, 10 Agustus 2026, menjadi momentum penting bagi PTMSI untuk melihat kembali besarnya minat masyarakat terhadap olahraga tenis meja.
Kata Jhon, antusiasme peserta pada edisi perdana tersebut bahkan berada di luar ekspektasi panitia. Sebanyak 40 tim ambil bagian, terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, hingga BUMN.
"Antusiasme peserta luar biasa, bahkan di luar ekspektasi kami. Ini menunjukkan minat terhadap tenis meja sangat tinggi," ujarnya.
Ia menyebut keberhasilan turnamen tersebut tidak terlepas dari dukungan Bupati Manggarai Herybertus Gerardus Laju Nabit dan Wakil Bupati Fabianus Abu yang mendorong seluruh OPD ikut berpartisipasi.
Mantan Aktivis GMNI itu juga memberikan apresiasi kepada panitia yang dinilainya bekerja keras meski dengan jumlah personel terbatas.
"Panitia adalah pahlawan-pahlawan kecil. Mereka membebaskan ASN dari rutinitas dan menghadirkan nuansa baru melalui olahraga," katanya.
Besarnya jumlah pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Jika seluruh tim mengirimkan paket pemain secara lengkap, babak penyisihan grup saja diperkirakan mencapai sekitar 400 pertandingan. Namun, karena beberapa tim tidak mengirimkan pemain secara lengkap, jumlah pertandingan berada di kisaran 300 pertandingan.
Kondisi tersebut membuat panitia harus bekerja ekstra. Setelah mengatur pertandingan di GOR pada malam hari, panitia kembali melanjutkan pekerjaan di sekretariat untuk merekap hasil pertandingan sekaligus mempersiapkan jadwal pertandingan hari berikutnya.
`Ini pengalaman baru bagi kami. Kami masih banyak belajar menemukan pola dan strategi yang efektif dan efisien," ungkapnya.
Lebih jauh, PTMSI tidak ingin turnamen hanya berhenti sebagai kegiatan olahraga antarlembaga. Dari turnamen tersebut, pihaknya mulai mengidentifikasi sejumlah pemain muda yang dinilai memiliki potensi untuk dibina secara intensif.
"Dari turnamen ini kami sudah mencatat beberapa pemain potensial, terutama yang masih muda. Mereka akan kami bina melalui latihan rutin," tambahnya.
Jhon Regon menegaskan, salah satu mimpi besar PTMSI Manggarai ke depan adalah melahirkan atlet tenis meja berprestasi dari daerah tersebut.
"Kami ingin melahirkan atlet-atlet tenis meja dari Manggarai. Untuk saat ini, kami fokus memasyarakatkan tenis meja,” katanya lagi.
Siapkan Turnamen Pelajar
Selain Open Tournament Motang Rua Cup pada November mendatang, PTMSI Kabupaten Manggarai juga menyiapkan turnamen tenis meja khusus pelajar dan guru.
Rencana tersebut telah dibicarakan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai. Turnamen akan menyasar siswa SD dan SMP serta para guru.
Dia juga mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas yang diberikan Bupati Manggarai saat PTMSI melaporkan rencana pelaksanaan Turnamen Bupati Cup I.
"Pak Bupati memberikan PR kepada kami agar dibuka juga turnamen untuk tingkat sekolah. Kami sudah berdiskusi dengan Pak Kadis PPO dan mendapat sambutan baik," ujarnya.
Konsep awalnya, turnamen pelajar akan dimulai dari tingkat kecamatan. Para pemain terbaik dari masing-masing kecamatan kemudian akan dipertemukan dalam pertandingan antarkecamatan di tingkat kabupaten.
"Polanya mungkin dimulai dari tingkat kecamatan. Hasil seleksi kemudian dibawa ke tingkat kabupaten," jelas Jhon Regon.
Sementara itu, Turnamen Tenis Meja Bupati Cup I Antarinstansi se-Kabupaten Manggarai resmi dibuka Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu di GOR Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Senin, 10 Agustus 2026.
Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema "Dengan Tenis Meja Kita Tingkatkan Sportivitas, Solidaritas, dan Kualitas Menuju Manggarai yang Maju dan Berdaya Saing."
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan first service oleh Wakil Bupati Fabianus Abu.
Dalam sambutannya, Fabianus mengajak seluruh peserta mengutamakan sportivitas, kebersamaan, dan semangat persaudaraan selama pertandingan.
"Yang paling utama bukan hanya menang atau kalah, tetapi membangun sportivitas, kebersamaan, dan solidaritas,” ujar Wabup Fabianus.
Ia menilai turnamen tersebut tidak hanya menjadi ruang menyalurkan bakat dan menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Manggarai.
“Kita berharap hubungan dan komunikasi antarinstansi semakin baik sehingga sinergi yang terbangun memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Manggarai,” pungkasnya.