• Sport

Wakili NTT Pada Liga Sepaktakraw Indonesia 2026, PSTI Mabar Matangkan Persiapan

Wilibrodus Jatam | Selasa, 16/06/2026 18:02 WIB
Wakili NTT Pada Liga Sepaktakraw Indonesia 2026, PSTI Mabar Matangkan Persiapan Keterangan Foto: Kontingen sepak takraw Kabupaten Manggarai Barat berpose usai berlaga pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) PSTI NTT XX Tahun 2025. Dalam ajang tersebut, tim Manggarai Barat tampil dominan dengan meraih tiga medali emas pada kategori senior putra, sekaligus mengantarkan daerah itu mewakili NTT pada Liga Sepaktakraw Indonesia 2026. (Foto GBRNews.id)

KATANTT.COM---Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Manggarai Barat terus mematangkan persiapan menjelang keikutsertaan dalam Liga Sepaktakraw Indonesia (LSI) 2026. Ajang bergengsi tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada 1–4 Juni 2026.

Dalam keterangannya pada Selasa (16/6/2026), Ketua PSTI Manggarai Barat, Fitalis Helmon Sukario, menegaskan bahwa para atlet saat ini berada dalam kondisi siap untuk mewakili daerah untuk bersaing di kancah nasional.

Pernyataan tersebut disampaikannya setelah mengikuti sejumlah rapat koordinasi dan pertemuan daring bersama PSTI NTT serta PB PSTI.

"Sekarang kita sedang melakukan persiapan menuju Liga Sepaktakraw Indonesia. Atlet-atlet kita siap bertanding," ujarnya.

Keikutsertaan Manggarai Barat dalam kompetisi nasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, pasalnya daerah itu merupakan satu-satunya wakil Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan tampil pada Liga Sepaktakraw Indonesia 2026.

Hal tersebut tidak terlepas dari prestasi yang diraih pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) PSTI NTT XX Tahun 2025. Dalam ajang tersebut, tim sepak takraw Manggarai Barat tampil dominan dengan meraih tiga medali emas pada kategori senior putra.

Tiga gelar juara berhasil diraih pada nomor Regu Putra Senior, Double Event Putra Senior, dan Kuadran Putra Senior. Hasil tersebut menempatkan Manggarai Barat sebagai salah satu kontingen paling menonjol dalam kejuaraan tersebut.

Meski demikian, PSTI Manggarai Barat masih menunggu surat rekomendasi resmi dari PSTI Provinsi NTT sebagai bagian dari proses administrasi menuju kompetisi nasional.

"Sekarang kami tinggal menunggu petunjuk dan rekomendasi dari PSTI NTT. Semoga semuanya berjalan lancar," katanya.

Fitalis berharap Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, para pecinta olahraga, dan seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan penuh kepada kontingen sepak takraw Manggarai Barat.

"Kami sangat berharap dukungan dari Pemprov NTT, Pemkab Mabar, para pecinta olahraga, dan semua pihak. Dukungan ini sangat penting agar para atlet bisa tampil maksimal, membawa nama baik Manggarai Barat, serta mengharumkan NTT di ajang Liga Sepaktakraw Indonesia 2026," ungkapnya.

Di tengah persiapan menuju kompetisi nasional, PSTI Manggarai Barat juga terus berupaya memenuhi berbagai kebutuhan kontingen meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Bendahara PSTI Manggarai Barat, Rikardus Nompa, mengatakan bahwa pihaknya saat ini berfokus pada pemenuhan seluruh kebutuhan atlet agar dapat mengikuti Liga Sepaktakraw Indonesia 2026 dengan optimal.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan kebutuhan pemain, baik itu administrasi, akomodasi maupun perlengkapan lainnya," ujar Rikardus.

Menurutnya, kontingen Manggarai Barat yang akan diberangkatkan ke Surabaya berjumlah delapan orang, terdiri atas lima atlet, dua pelatih, dan satu tenaga medis yang akan mendampingi tim selama kompetisi berlangsung.

Rikardus juga berharap seluruh atlet yang akan memperkuat Manggarai Barat tetap menjaga kondisi fisik dan fokus menjalani persiapan menjelang keberangkatan.

"Kami berharap para pemain tetap dalam kondisi prima hingga waktu pertandingan tiba. Semoga semua persiapan berjalan lancar dan para atlet bisa memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Manggarai Barat dan NTT di tingkat nasional," ujarnya.

Provinsi NTT diketahui masuk dalam Zona II yang meliputi wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jawa-Bali-Nusra). Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan PB PSTI Nomor 018 Tahun 2026 tentang Penetapan Wilayah dan Tuan Rumah Pelaksanaan Liga Sepaktakraw Indonesia Tahun 2026.

Pada Zona II, NTT akan bersaing bersama delapan provinsi lainnya, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Adapun Jawa Timur ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kompetisi.

Ketua Umum PB PSTI, Surianto, menegaskan bahwa pembagian zona dilakukan untuk menciptakan kompetisi yang lebih merata, efisien, dan berkelanjutan guna memperkuat pembinaan atlet di seluruh Indonesia.

Masuknya NTT ke dalam zona yang dihuni sejumlah daerah dengan tradisi sepak takraw yang kuat dinilai menjadi peluang besar bagi atlet-atlet daerah untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di tingkat nasional.

Selain Zona II yang diisi NTT dan provinsi-provinsi di kawasan Jawa-Bali-Nusra, PB PSTI membagi kompetisi nasional ini ke dalam empat zona wilayah lainnya.

Wilayah I meliputi kawasan Sumatra dengan 10 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung. Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah.

Wilayah III dihuni enam provinsi di Pulau Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Tuan rumah pelaksanaan dipercayakan kepada Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Wilayah IV akan diikuti oleh lima provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. Kalimantan Utara ditunjuk sebagai tuan rumah.

Adapun Wilayah V melibatkan delapan provinsi di kawasan Papua dan Maluku, yaitu Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Maluku, dan Maluku Utara. Tuan rumah wilayah ini ditetapkan di Papua Barat.

Melalui Liga Sepaktakraw Indonesia 2026, PB PSTI berharap pembinaan olahraga sepak takraw di seluruh Indonesia semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga pada level internasional.

Bagi Manggarai Barat, ajang ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa prestasi yang diraih di tingkat daerah dapat berlanjut menjadi kebanggaan NTT di pentas nasional.

FOLLOW US