• Nasional

Komdigi dan PMKRI Bentengi Generasi Muda dari Dampak Negatif Dunia Digital

Wilibrodus Jatam | Rabu, 17/12/2025 20:18 WIB
Komdigi dan PMKRI Bentengi Generasi Muda dari Dampak Negatif Dunia Digital Peserta dan narasumber seminar literasi digital berfoto bersama di Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo.

KATANTT.COM---Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas periode 2024–2026 mengambil langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia siber.

Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar literasi digital bertajuk “Membangun Ruang Digital yang Aman dan Beretika” yang digelar di Ballroom Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PMKRI Cabang Labuan Bajo ini melibatkan para pelajar dari SMK Stella Maris dan SMA Negeri 1 Komodo. Seminar dimulai sejak pukul 09.00 WITA dan bertujuan membekali generasi muda agar lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Hadirnya akademisi, praktisi media, serta perwakilan pemerintah daerah menunjukkan bahwa upaya menciptakan ruang digital yang sehat merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor.

Tantangan Era Post-Truth

Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI, Yohanes G. Karmon, menegaskan bahwa literasi digital saat ini tidak cukup hanya memahami aspek teknis penggunaan teknologi.

Menurutnya, literasi digital harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman etika dalam bermedia sosial, terutama di tengah maraknya fenomena post-truth.

“Perkembangan teknologi membuat informasi menyebar sangat cepat, namun sering kali tanpa verifikasi kebenaran sumber. Dalam era post-truth, emosi dan opini kerap mengalahkan fakta,” ujar Yohanes.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memicu penyebaran hoaks, polarisasi sosial, serta melemahnya kohesi masyarakat jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Peningkatan etika bermedia sosial menjadi sangat penting agar ruang digital tidak dipenuhi informasi menyesatkan,” tegasnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen Komdigi dalam meningkatkan kesadaran etika dan nalar kritis masyarakat guna mencegah penipuan digital, seperti phishing dan kebocoran data pribadi.

Bijak dan Bertanggung Jawab di Ruang Digital

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Labuan Bajo, Fransiska H. Juita, menekankan bahwa dunia digital saat ini telah menjadi bagian dari identitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum dan sosial yang nyata.

“Kita harus bijak dalam mencari, menyebarkan, dan menanggapi informasi. Jangan sampai aktivitas digital justru merugikan diri sendiri dan orang lain,” kata Fransiska.

Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian sebelum membagikan informasi di media sosial agar terhindar dari pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Jangan biarkan jari lebih cepat daripada logika. Apa yang kita unggah hari ini akan menjadi jejak digital yang berdampak pada masa depan,” ujarnya.

Dorong Ruang Digital yang Sehat

Seminar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kristianus P. Candra dari Kominfo Manggarai Barat, akademisi Kristoforus T. Harjo, serta praktisi media Chelluz Pahun. Diskusi dipandu oleh Simfroanus Gusti sebagai moderator.

Para narasumber sepakat bahwa penguatan literasi digital sejak dini menjadi kunci untuk menciptakan ruang digital yang aman, beretika, dan produktif.

Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks, ujaran kebencian, serta disinformasi, sekaligus berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa di era digital.

FOLLOW US