Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Manggarai, Tarsi R. Asong.
KATANTT.COM---Sebanyak 44 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Manggarai akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tahun 2026.
Saat ini, tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa tengah berlangsung di masing-masing desa sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan oleh panitia pemilihan desa.
Pelaksanaan Pilkades serentak tersebut menjadi bagian dari agenda demokrasi tingkat desa yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Sebanyak 44 desa yang masa jabatan kepala desa maupun penjabat kepala desanya berakhir pada tahun 2026 akan mengikuti proses pemilihan guna menentukan pemimpin desa untuk periode berikutnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Manggarai, Tarsi R. Asong, menegaskan bahwa seluruh tahapan Pilkades telah disiapkan secara bertahap agar berjalan sesuai regulasi yang berlaku serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi, transparansi, dan partisipasi masyarakat.
“Pilkades merupakan momentum penting bagi masyarakat desa untuk memilih pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen dalam membangun desa. Karena itu, seluruh tahapan harus dilaksanakan secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Tingginya antusiasme masyarakat mulai terlihat pada tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa yang kini berlangsung di berbagai desa. Sejumlah tokoh masyarakat dan putra-putri terbaik desa mulai mengambil bagian dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.
Salah satu bakal calon kepala desa dari Desa Compang Dalo, Kecamatan Ruteng, Marianus Jandu, menyampaikan bahwa dirinya telah resmi mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi Pilkades 2026.
“Saya sudah resmi mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa. Keikutsertaan saya ini merupakan bentuk panggilan untuk ikut membangun desa dan melayani masyarakat Compang Dalo,” ujar Marianus Jandu.
Menurutnya, Pilkades harus menjadi ruang demokrasi yang sehat sekaligus sarana memperkuat persatuan masyarakat desa. Karena itu, ia berharap seluruh tahapan dapat berlangsung aman, jujur, dan demokratis.
“Saya berharap seluruh masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan kebersamaan selama proses Pilkades berlangsung. Siapa pun yang terpilih nantinya, itulah pilihan masyarakat yang harus kita hormati bersama,” tambahnya.
Sementara itu, panitia pemilihan di masing-masing desa terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait persyaratan pencalonan, jadwal tahapan, serta mekanisme pemilihan yang akan dilaksanakan secara serentak tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh informasi yang memadai dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi desa.
Pemerintah Kabupaten Manggarai juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama proses Pilkades berlangsung.
Dukungan masyarakat dinilai sangat penting agar seluruh tahapan dapat berjalan aman, lancar, dan menghasilkan kepala desa yang mampu membawa kemajuan serta kesejahteraan bagi desa masing-masing.
Dengan dimulainya tahapan pendaftaran calon kepala desa, Pilkades Serentak Manggarai 2026 kini memasuki fase penting yang akan menentukan arah kepemimpinan di 44 desa.
Pemerintah berharap seluruh proses dapat berlangsung kondusif sehingga menghasilkan pemimpin desa yang berintegritas, visioner, dan mendapat legitimasi kuat dari masyarakat.