• Nusa Tenggara Timur

Rutan Kelas IIB Ruteng Panen Raya, Hasil Pertanian Disalurkan untuk Korban Bencana

Wilibrodus Jatam | Kamis, 15/01/2026 13:43 WIB
Rutan Kelas IIB Ruteng Panen Raya, Hasil Pertanian Disalurkan untuk Korban Bencana Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng beserta jajaran saat melakukan panen raya holtikultura dalam rangka program ketahanan pangan nasional, Kamis (15/1/2026).

KATANTT.COM---Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng menggelar panen raya hasil pertanian di lahan kompleks rutan pada Kamis (15/1/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Indonesia untuk berperan aktif dalam penguatan sektor pangan.

"Di Rutan Ruteng, kami mengelola dua lahan pertanian, yakni di kawasan SAE Lapas lama dan di dalam kompleks Rutan. Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan program aksi ketahanan pangan sesuai arahan Menteri dan visi Presiden," ujar Saiful.

Ia menyebutkan, hasil panen raya yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada kesempatan ini sebagian besar akan disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

"Sebagian hasil panen kami sisihkan untuk disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini bentuk kepedulian sosial dari jajaran pemasyarakatan," katanya.

Dalam pengelolaan kebun, Rutan Ruteng melibatkan warga binaan secara aktif dengan pendampingan dari petugas rutan.

Selain itu, warga binaan yang memiliki latar belakang dan pengalaman di bidang pertanian turut berperan sebagai penggerak utama kegiatan perkebunan. Beberapa pegawai magang yang memiliki keahlian di bidang pertanian juga dilibatkan.

"Alhamdulillah, hasil kebun yang terlihat saat ini merupakan buah dari kerja keras bersama. Ke depan, kami juga berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian apabila memungkinkan," tambah Saiful.

Adapun komoditas hortikultura yang dikembangkan di dalam rutan meliputi kol, brokoli, selada, cabai, pare, seledri, dan wortel, meskipun dalam jumlah terbatas. 

Pada panen kali ini, Rutan Ruteng berhasil memanen kol dengan total produksi sekitar 50 kilogram. Sebelumnya, panen besar juga telah dilakukan untuk komoditas brokoli.

Sebanyak 10 orang warga binaan terlibat langsung dalam pengelolaan kebun di dalam rutan. Saiful menilai keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa warga binaan tetap mampu produktif meski berada dalam masa pembinaan.

"Tantangan terbesar selama proses penanaman adalah faktor cuaca yang tidak menentu. Pada tahap awal penanaman, diperlukan ketepatan dalam pengaturan bibit, pupuk, dan air. Namun syukur, tahapan awal sudah terlewati dengan baik," jelasnya.

Untuk pemupukan, Rutan Ruteng menggunakan campuran pupuk kompos berbahan dasar kotoran hewan yang diolah sendiri oleh warga binaan, serta ditambah pupuk kimia dalam komposisi tertentu. 

Lebih dari sekadar produksi pangan, program ini juga diarahkan sebagai sarana pemberdayaan dan pembinaan keterampilan warga binaan.

Saiful berharap, keterampilan bercocok tanam yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat dan mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana.

Sementara itu, salah seorang warga binaan mengaku program pertanian tersebut memberikan banyak manfaat, baik dari sisi keterampilan maupun psikologis.

"Kami sangat terbantu, mulai dari pengolahan lahan, pembuatan pupuk, hingga pembibitan. Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga membuat kami lebih terhibur dan tidak merasa jenuh," ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan berkebun membantu mengurangi beban mental selama menjalani masa pembinaan dan menciptakan suasana kebersamaan antarwarga binaan.

Rutan Kelas IIB Ruteng saat ini mengelola lahan seluas sekitar 480 meter persegi di dalam kompleks rutan dan sekitar 800 meter persegi di kawasan lapas lama. Ke depan, pihak rutan akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program ketahanan pangan tersebut.

FOLLOW US