Kalapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan saat menyerahkan remisi khusus Natal secara simbolis kepada perwakilan Warga Binaan Lapas Atambua.
KATANTT.COM---Sebanyak 130 orang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Atambua beragama Katholik dan Protestan menerima remisi khusus I atau pengurangan sebagian masa pidana berkenaan dengan Hari Raya Natal 2025.
Penyerahan surat keputusan remisi diserahkan secara simbolis oleh Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Bambang Hendra Setyawan bertempat di Aula Lapas, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Kamis (25/12/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Struktural Eselon IV & V Lapas Atambua, peserta magang serta para Warga Binaan.
Hendra menyampaikan selamat kepada Warga Binaan yang menerima remisi dan berharap momen ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk aktif mengikuti program pembinaan dan terus berusaha memperbaiki menjadi anggota warga yang berguna.
Dijelaskan bahwa, remisi ini adalah hak yang diberikan negara atas kepatuhan dan kesungguhan saudara-saudara dalam mengikuti pembinaan.
"Kami berharap momentum Natal ini menjadi titik balik bagi rekan-rekan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga saat bebas nanti dapat diterima kembali dengan baik oleh warga," pinta dia.
Lebih lanjut, Hendra menyampaikan data besaran remisi yang diterima bervariasi, mulai dari 15 hari sebanyak 29 orang, 1 bulan sebanyak 63 orang, 1 bulan 15 hari sebanyak 32 orang, dan 2 bulan sebanyak 6 orang.
Yanto, salah satu warga binaan yang menerima remisi satu bulan, mengaku sangat bersyukur. "Ini adalah kado Natal terindah bagi saya. Remisi ini membuat saya merasa lebih dekat dengan keluarga karena masa kepulangan saya menjadi lebih singkat," ungkap dia.
Dia berharap, melalui pemberian remisi ini juga dapat membantu mengurangi masalah kelebihan kapasitas (overcrowding) di dalam hunian Lapas, sekaligus menciptakan situasi yang kondusif.
Acara penyerahan remisi diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana antara petugas dan warga binaan, mencerminkan semangat Natal yang membawa kedamaian dan harapan baru bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.