• Nusa Tenggara Timur

Manggarai Luncurkan Program PERISAI, Gerakan Bersama Melindungi Anak dari Ancaman Penyakit

Wilibrodus Jatam | Selasa, 09/12/2025 20:10 WIB
Manggarai Luncurkan Program PERISAI, Gerakan Bersama Melindungi Anak dari Ancaman Penyakit Masyarakat Gendang Lawir mengikuti peluncuran Program PERISAI di wilayah kerja Puskesmas Lao, Kecamatan Langke Rembong.

KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai resmi melangkah lebih jauh dalam memerangi persoalan anak tanpa imunisasi (zero dose) melalui peluncuran Program PERISAI (Pemberian Imunisasi Anak). Program ini diharapkan menjadi tembok pelindung bagi generasi paling muda di bumi Manggarai dari penyakit berbahaya yang sebenarnya bisa dicegah.

Peluncuran PERISAI digelar di Gendang Lawir, wilayah kerja Puskesmas Lao, Kecamatan Langke Rembong, Selasa (9/12/2025), dengan melibatkan masyarakat, tenaga kesehatan, TP-PKK, hingga tokoh adat setempat.

Suasana penuh harapan tampak menyelimuti pelaksanaan launching, ketika para ibu membawa balitanya datang mengikuti kegiatan tersebut.

Menjangkau Anak Sampai Lapisan Terbawah

Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Manggarai, Ny. Apolonia Ijuk Abu, menegaskan bahwa PERISAI menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada satu pun anak Manggarai yang luput dari imunisasi.

“Antusias masyarakat sangat tinggi dan ini momentum yang harus kita jaga. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program ini berjalan optimal,” ujarnya penuh harap.

Istri Wakil Bupati Manggarai itu menegaskan, PERISAI merupakan bentuk komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menutup celah risiko penyakit pada anak, terutama Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

“Program PERISAI adalah komitmen kita melindungi anak-anak, dan peluncuran di Gendang Lawir membuktikan masyarakat mendukung hingga ke akar rumput,” tegasnya.

Data Cukup Mengkhawatirkan

Kepala Bidang P2P Dinkes Manggarai, Gabriel Amir, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Manggarai baru mencapai sekitar 1.600 imunisasi dari total 3.000 anak yang terdata dalam sistem Kementerian Kesehatan sejak 2024.

Meski demikian, capaian itu menempatkan Manggarai pada posisi keempat kabupaten paling progresif se-NTT dalam penanganan imunisasi.

“Poin pentingnya adalah mencegah munculnya kejadian luar biasa penyakit pada balita,” jelas Gabriel.

Ia menegaskan kerja bersama masih harus dipacu agar target imunisasi terpenuhi dan tidak ada satupun anak yang tercecer.

Gendang Lawir: Simbol Gotong Royong Lindungi Anak

Puskesmas La’o dipercaya menjadi lokasi pilot project PERISAI, mulai dari pendataan digital anak zero dose hingga pelaksanaan sweeping.

Kepala Puskesmas Lao, Mikael Eduard Keluman, mengatakan timnya telah membangun koordinasi dengan 19 posyandu untuk mempercepat sosialisasi dan layanan langsung ke rumah-rumah.

“Kami sudah menyiapkan tim penjangkauan yang akan menyisir hingga wilayah yang sulit dijangkau. Kami tidak ingin ada satu pun anak terlewat dari Perisai Kesehatan ini,” tegasnya.

Kapus Edu menambahkan, kolaborasi dengan kader posyandu serta tokoh adat di Gendang Lawir menjadi kekuatan utama menyukseskan pendataan zero dose secara akurat.

Tidak Hanya Vaksin, Tapi Mengubah Cara Pandang

Program PERISAI tidak hanya fokus pada imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap vaksin, tetapi juga menyasar perubahan pola pikir melalui edukasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta TP-PKK sebagai penggerak utama.

Dengan menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi, diharapkan keraguan akan vaksin dapat ditepis melalui pendekatan budaya dan kekeluargaan.

Harapan Terakhir: Manggarai Zero Imunisasi

Program PERISAI membawa harapan besar: lahirnya generasi Manggarai yang sehat dan bebas ancaman penyakit berbahaya di masa depan.

Di bawah semangat gotong royong masyarakat adat Gendang Lawir, Manggarai kini melangkah bersama menuju cita-cita besar: Manggarai Zero Imunisasi.

Sebuah ikhtiar mulia demi masa depan yang lebih aman bagi anak-anak Manggarai—anak-anak yang hari ini sedang tumbuh, bermain, dan bermimpi.

FOLLOW US