• Nusa Tenggara Timur

Kasih untuk Anak-Anak Migran: Pemkel Rowang dan YGBI Salurkan Bantuan Kasur, Selimut, dan Pakaian

Wilibrodus Jatam | Senin, 01/12/2025 12:43 WIB
Kasih untuk Anak-Anak Migran: Pemkel Rowang dan YGBI Salurkan Bantuan Kasur, Selimut, dan Pakaian Penyaluran bantuan kasur, selimut, dan pakaian untuk anak-anak migran oleh Kelurahan Rowang dan YGBI di Aula St. Yoseph, Katedral Ruteng.

KATANTT.COM---Suasana haru menyelimuti Aula St. Yoseph, Katedral Ruteng, Sabtu (29/11/2025). Satu per satu, anak-anak migran yang tinggal jauh dari keluarga di rumah kos dan asrama menerima kasur, selimut, dan pakaian baru. Senyum kecil muncul di wajah mereka, seakan beban hidup yang mereka pikul pelan-pelan terangkat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kelurahan Ramah Anak Bermigrasi yang digagas Pemerintah Kelurahan Rowang bekerja sama dengan Karya Kemanusiaan Weta Gerak – Yayasan Gembala Baik Indonesia (YGBI). Sebanyak 150 anak migran menjadi sasaran bantuan, khususnya mereka yang hidup dalam kondisi sangat membutuhkan.

Ini adalah aksi sosial kedua setelah pembagian sembako kepada 100 anak, dan menjadi kegiatan perdana yang dilaksanakan pasca penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kelurahan Rowang dan YGBI pada 24 November 2025.

Lurah Rowang, Felco Magur menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi bentuk rangkulan hangat bagi anak-anak yang jauh dari keluarga.

"Kami ingin mereka merasakan bahwa Kelurahan Rowang adalah rumah kedua. Mereka tidak sendiri, tidak terasing. Mereka adalah bagian dari keluarga besar kami," ujar Felco.

Felco berharap bantuan ini dapat menjaga anak-anak dari risiko kekerasan maupun penelantaran, sekaligus memastikan hak-hak dasar mereka mulai terpenuhi.

Ucapan terima kasih pun ia sampaikan kepada YGBI dan para donatur yang dengan tulus ikut mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan ini.

Dari pihak YGBI, Suster Natalia Un Tazil, RGS, yang akrab disapa Suster Nat, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari panggilan kasih.

"Teman-teman anak kos dan asrama ini adalah sahabat kami. Seperti kisah seratus domba, ketika satu hilang, sang gembala meninggalkan 99 lainnya demi mencari yang satu itu. Begitu pula kami. Kami ingin hadir bagi anak-anak yang paling membutuhkan," tuturnya penuh empati.

Ia menambahkan, perjuangan ini akan terus dilakukan bersama para donatur. Kegiatan sosial ini, kata Suster Nat, juga menjadi bagian dari perayaan 100 tahun Yayasan Gembala Baik Indonesia serta 40 tahun karya YGBI di Ruteng.

Senada, Pimpinan Karya Kemanusiaan Weta Gerak, Sr. Nirmala Flora Bude, RGS mengungkap rasa syukurnya. Ia menceritakan saat timnya mengunjungi rumah kos tempat anak-anak tinggal.

"Kami melihat kondisi tidur yang tidak layak, lingkungan yang kurang sehat. Situasi itu membuat kami tergerak. Kalau terus dibiarkan, anak-anak ini bisa kehilangan fokus pada tujuan utama mereka: sekolah," ujarnya.

Sr. Flo memberikan pesan menyentuh yang membuat para peserta kegiatan terdiam sejenak.

"Ingat baik-baik. Berangkat dari rumah untuk belajar, dan pulang ke kampung nanti harus dengan diri sendiri. Jangan pulang membawa suami, apalagi membawa anak," ucapnya, yang disambut anggukan penuh makna.

Sejak kerja sama ditandatangani, Kelurahan Rowang dan YGBI telah bergerak cepat. Pada 25–26 November 2025, mereka menggelar sosialisasi pemenuhan hak anak, pencegahan kekerasan, hingga kesehatan mental di dua sekolah, yakni SMK Informatika St. Petrus Ruteng dan SMK Swakarsa Ruteng.

Lurah Rowang menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan ini baru permulaan. Masih banyak program sosial dan edukatif yang akan dilaksanakan untuk memastikan anak-anak migran dapat tumbuh, belajar, dan bermimpi dengan layak tanpa rasa takut, tanpa merasa sendirian.

FOLLOW US