• Nusa Tenggara Timur

Distribusi Tersendat, Sejumlah SPBU di Manggarai Alami Kelangkaan BBM

Wilibrodus Jatam | Senin, 24/11/2025 10:43 WIB
Distribusi Tersendat, Sejumlah SPBU di Manggarai Alami Kelangkaan BBM Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU di Ruteng akibat kelangkaan BBM.

KATANTT.COM---Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Manggarai mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di berbagai titik.

Manager Fuel Terminal Pertamina Reo, Munu Najmudin, memastikan bahwa persediaan BBM di depot Pertamina dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan wilayah Manggarai.

"Stok di depot aman. Kelangkaan di lapangan bukan karena ketersediaan yang kurang, tetapi akibat kendala distribusi karena kondisi jalan yang sedang diperbaiki," jelas Munu, Jumat (22/11/2025).

Perbaikan Jalan Jadi Hambatan Distribusi

Menurut Munu, mobil tangki pengangkut BBM kerap tertahan di kawasan Rawuk dan Karot, yang merupakan jalur utama distribusi BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak Reo menuju Ruteng, akibat penerapan sistem buka–tutup selama proses perbaikan jalan berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan pengiriman BBM ke SPBU dan memicu antrean panjang kendaraan.

Penjelasan itu dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Jalan Nasional Ruteng–Reo, Nurindah, yang menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas buka–tutup tidak dapat dihindari demi keamanan pengguna jalan.

"Setengah badan jalan di lokasi tersebut mengalami kerusakan berat dan nyaris putus. Jika tidak segera diperbaiki, akses bisa terputus total sehingga bukan hanya antrean panjang, tetapi mobil tangki Pertamina maupun masyarakat tidak dapat melintas sama sekali," terangnya.

Nurindah menegaskan bahwa sistem buka–tutup merupakan pilihan terbaik untuk menjamin keselamatan selama perbaikan berjalan.

"Kami mohon kesabaran dan dukungan masyarakat serta Pertamina. Setelah selesai, semua pengguna jalan akan merasakan manfaatnya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa truk pengangkut BBM berukuran besar tidak dapat melewati jalur alternatif seperti halnya kendaraan kecil, sehingga keterlambatan distribusi tidak dapat dihindari.

Target Perbaikan Rampung Akhir 2025

Nurindah memastikan bahwa pekerjaan perbaikan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.

"Kami upayakan rampung tahun ini. Sistem buka–tutup hanya bersifat sementara dan dilakukan untuk kepentingan bersama," tambahnya.

Dalam kondisi darurat seperti ambulans, pihak pelaksana memberikan prioritas akses. Namun, permintaan pembukaan jalur khusus bagi truk BBM tidak selalu dapat dipenuhi karena keterbatasan teknis dan risiko keselamatan.

FOLLOW US