• Nusa Tenggara Timur

10 Warga Sikumana Terciduk Polisi Sementara Pesta Miras, Diberi Pembinaan Kemudian Dilepas

Imanuel Lodja | Senin, 17/11/2025 10:07 WIB
10 Warga Sikumana Terciduk Polisi Sementara Pesta Miras, Diberi Pembinaan Kemudian Dilepas Aparat Polsek Maulafa mengamankan 10 pemuda yang mabuk Miras dan diberi pembinaan

KATANTT.COM--Sebanyak 10 orang pemuda di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang diamankan polisi dari Polsek Maulafa, Polresta Kupang Kota, Jumat (14/11/2025)

Ke-10 pemuda ini sedang mabuk akibat konsumsi minuman keras (miras) di depan Koperasi Timau, Jalan H.R. Koroh, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Jumat siang.

Warga kemudian mengirim pesan singkat WhatsApp ke Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah. Warga menyampaikan adanya sekelompok pemuda yang sedang duduk dan mengkonsumsi miras, sehingga meresahkan warga.

Kapolsek Maulafa memerintahkan personel piket untuk segera menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengecek langsung. Sesampai di lokasi, personel Polsek Maulafa menemukan 10 pemuda yang sedang asik menenggak miras.

Kesepuluh pemuda itu kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolsek Maulafa. Terhadap kesepuluh pemuda tersebut, Kapolsek Maulafa melakukan pendekatan humanis dengan memberikan pembinaan langsung kepada para pemuda.

Mereka teridentifikasi berprofesi sebagai sopir dan kernet (konjak) angkutan kota (Angkot). Mereka adalah BT (29), VN (27), FT (31), RM (23), AN (27), SS (24), AN (45), KN (28), JP (29), dan KT (23).

Dalam pembinaannya, Fery Nur Alamsyah mengingatkan bahaya mengkonsumsi miras, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai pengemudi. "Tindakan ini tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga membahayakan penumpang dan pengguna jalan lain. Kami ingatkan untuk tidak mengulangi perbuatan ini," tegasnya.

Ia menekankan bahwa Polsek Maulafa selalu berkomitmen untuk responsif dan humanis dalam melayani masyarakat. "Saya perintahkan piket untuk merespon cepat laporan masyarakat tersebut. Ini bentuk komitmen kami terhadap rasa aman warga, responsif dan humanis adalah kunci. Merespon cepat aduan warga dan melaksanakan tugas dengan pendekatan yang manusiawi adalah bentuk pelayanan kami untuk meraih simpati dan meningkatkan kepercayaan masyarakat," jelas Fery.

Setelah mendapatkan pembinaan dan menyadari kesalahannya, ke-10 pemuda tersebut akhirnya dipulangkan. Sebelumnya, mereka telah membuat pernyataan tertulis, yang berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan mengkonsumsi miras di tempat umum.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi minuman keras dan menjaga ketertiban umum, serta keselamatan berlalulintas

FOLLOW US