Papan proyek peningkatan ruas jalan Ramut–Dintor di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai.
KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat konektivitas wilayah selatan. Melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025, pemerintah daerah menggelontorkan dana sebesar Rp 4,9 miliar untuk peningkatan ruas jalan Ramut–Dintor di Kecamatan Satar Mese Barat.
Proyek strategis ini merupakan lanjutan dari pekerjaan hotmix (HRS) pada tahun 2024 yang mencakup segmen Narang hingga Cabang SMKN 1 Satar Mese di Wae Cepang. Tahun ini, pekerjaan difokuskan pada penanganan hampir dua kilometer ruas jalan, lengkap dengan sejumlah pekerjaan minor penunjang.
Ruas Ramut–Dintor merupakan jalur penting yang menghubungkan wilayah timur menuju destinasi wisata unggulan Wae Rebo dan Pulau Nuca Molas. Selain mendukung sektor pariwisata, perbaikan jalan ini juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan aktivitas ekonomi warga di kawasan selatan Manggarai.
"Pekerjaan peningkatan jalan Ramut–Dintor saat ini sedang berjalan. Pekerjaan meliputi pelebaran badan jalan, pengaspalan HRS selebar 4 meter, pembangunan bahu jalan, dan drainase pada titik-titik tertentu," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Manggarai, Chitra Ayu Purwarini, saat ditemui di Ruteng, Jumat (24/10/2025).
Chitra menjelaskan, proyek ini dikerjakan oleh CV. Sarana Karya Utama dengan konsultan pengawas PT Nidisa Estetika. Berdasarkan kontrak, seluruh pekerjaan ditargetkan tuntas pada Desember 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp 4.982.128.250.
Selain ruas Ramut–Dintor, sejumlah proyek peningkatan jalan lain di berbagai kecamatan juga menunjukkan progres signifikan. Dua di antaranya bahkan hampir rampung, yakni ruas Pagal–Wae Nao dan Rampasasa–Compang Cibal.
"Pekerjaan aspal di dua ruas itu sudah selesai, tinggal menyelesaikan pekerjaan minor. Paket Pagal–Wae Nao dikerjakan oleh CV. Sarena Putri dengan nilai kontrak Rp 700 juta, sedangkan paket Rampasasa–Compang Cibal dikerjakan oleh CV. Watu Waja dengan nilai kontrak Rp 1,48 miliar," jelasnya.
Chitra menambahkan, seluruh pekerjaan fisik tetap diawasi secara ketat, termasuk uji laboratorium terhadap material seperti pasir dan agregat untuk memastikan kualitas konstruksi sesuai standar teknis.
Dengan berjalannya proyek-proyek infrastruktur tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk membuka keterisolasian wilayah, mempercepat pemerataan pembangunan, dan memperkuat daya saing daerah melalui infrastruktur jalan yang tangguh dan berkualitas.