• Nusa Tenggara Timur

Kelurahan Rowang dan Susteran Gembala Baik Luncurkan Program Ramah Anak Migrasi di Ruteng

Wilibrodus Jatam | Senin, 06/10/2025 10:19 WIB
Kelurahan Rowang dan Susteran Gembala Baik Luncurkan Program Ramah Anak Migrasi di Ruteng Kegiatan memperingati Hari Anak Perempuan Internasional di Aula Santo Yosef, Katedral Ruteng, Minggu (5/10/2025).

KATANTT.COM---Dalam semangat memperingati Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh setiap bulan Oktober, Pemerintah Kelurahan Rowang berkolaborasi dengan Susteran Gembala Baik Indonesia menggelar kegiatan bakti sosial dan refleksi bersama anak-anak migran di Aula Santo Yosef, Katedral Ruteng, pada Minggu (5/10/2025).
 
Kegiatan bertema “The Girl I Am, The Change I Lead – Girls Lead Change, Migrant Children Find Home” ini menjadi momentum penting bagi Ruteng. Pada kesempatan tersebut, Kelurahan Rowang secara resmi meluncurkan diri sebagai pelopor Program Kelurahan Ramah Anak Migrasi, sebuah inisiatif yang berfokus pada perlindungan, pendampingan, dan pemberdayaan anak-anak migran, khususnya anak perempuan yang menempuh pendidikan di Ruteng.
 
Sebanyak 104 anak dari komunitas BriC (Bring Changes) turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Momen tersebut menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan lembaga keagamaan dalam menciptakan ekosistem sosial yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi anak-anak migran.
 
Sinergi Pemerintah dan Gereja: Membangun Ruang Aman bagi Anak Migran
 
Lurah Rowang, Felko Magur, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Gembala Baik Indonesia yang selama ini konsisten mendampingi anak-anak dan remaja di Ruteng.
 
"Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kelurahan Rowang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Gembala Baik Indonesia di mana pun berada. Siapa pun di balik karya baik ini, kami sampaikan terima kasih yang tulus," ujar Felko.
 
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan Hari Anak Perempuan Internasional, melainkan wujud nyata program kolaboratif antara pemerintah kelurahan dan Yayasan Gembala Baik yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mencegah kenakalan remaja, kekerasan terhadap anak, serta pergaulan bebas.
 
"Puji Tuhan, Yayasan Gembala Baik memiliki kemampuan dan kepedulian di bidang ini. Melalui Program Kelurahan Ramah Anak Migrasi, kami ingin agar anak-anak dari luar daerah yang tinggal di kos-kosan merasa menjadi bagian dari keluarga besar Rowang," lanjutnya.
 
Inovasi Digital: Program "R-Respon" untuk Laporan Kekerasan Anak
 
Dalam wawancara terpisah, Lurah Felko menjelaskan sejumlah langkah konkret yang telah ditempuh untuk mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak-anak migran. Salah satunya adalah peluncuran platform digital "R-Respon", sistem pelaporan cepat yang memungkinkan anak-anak melaporkan berbagai bentuk kekerasan, baik verbal maupun nonverbal, melalui pemindaian QR Code yang ditempel di sejumlah rumah kos.
 
"Melalui R-Respon, anak-anak bisa langsung melapor jika mengalami kekerasan. Ide ini lahir dari hasil diskusi bersama Yayasan Gembala Baik," jelasnya.
 
Selain inovasi digital, pihak kelurahan juga telah melakukan pendataan langsung (door to door) terhadap anak-anak kos dan pemilik kos, mencakup identitas, asal sekolah, kontak orang tua, dan kondisi tempat tinggal.
 
"Data ini menjadi acuan bagi kami. Ke depan, kos-kosan yang kooperatif dan mendukung program perlindungan anak akan kami rekomendasikan kepada sekolah sebagai kos prioritas bagi para orang tua," tambahnya.
 
Langkah Awal Menuju Gerakan Sosial yang Lebih Luas
 
Menurut Felko, kegiatan ini menjadi langkah awal dari serangkaian program sosial hasil kerja sama antara Pemerintah Kelurahan Rowang dan Yayasan Gembala Baik yang akan berlanjut sepanjang tahun.
 
"Ini baru permulaan. Ke depan akan ada lebih banyak kegiatan seperti pendampingan, sosialisasi, hingga kerja bakti bersama di lingkungan kos. Tujuannya agar anak-anak merasa memiliki rumah di Kelurahan Rowang," ujarnya.
 
Ia menekankan bahwa pendekatan sosial semacam ini penting agar anak-anak migran tidak merasa terasing, melainkan menjadi bagian dari pembangunan sosial di wilayah tempat mereka belajar dan tinggal.
 
"Anak-anak migran harus merasa memiliki tempat, komunitas, dan dukungan. Itulah makna dari Ramah Anak Migrasi," tandasnya.
 
Suster Gabriela: Rumah Itu Kasih, Bukan Sekadar Tempat Tinggal
 
Suster Gabriela Mahos dari Kongregasi Gembala Baik dalam refleksinya menegaskan pentingnya kasih dan kepedulian terhadap anak-anak migran yang merantau demi pendidikan.
 
"Setiap tahun, banyak anak dari desa-desa di Manggarai datang ke kota untuk sekolah. Mereka adalah anak-anak migrasi mandiri yang tidak hanya membutuhkan tempat tinggal, tetapi juga rumah yang penuh kasih, perhatian, dan perlindungan,"ungkapnya.
 
Menurut Suster Gabriela, tanggung jawab menghadirkan "rumah" itu bukan hanya milik orang tua kandung, tetapi juga milik semua pihak seperti pemerintah, gereja, RT/RW, dan pemilik kos.
 
"Rumah itu bukan dinding dan atap, tetapi kasih. Ketika anak-anak jauh dari orang tua, maka kitalah yang harus menjadi ayah dan ibu bagi mereka," katanya.
 
Menumbuhkan Generasi Tangguh dan Berkarakter
 
Acara berlangsung hangat dengan penampilan anak-anak dari komunitas BriC, pembagian sembako simbolis, serta sesi refleksi tentang hak-hak anak.
 
Menutup kegiatan, Suster Gabriela kembali menekankan pentingnya pendidikan karakter dan spiritualitas bagi generasi muda.
 
"Kita tidak boleh kehilangan generasi kita. Maka, mari mulai dari diri sendiri, dari rumah, dan dari lingkungan. Anak-anak ini adalah masa depan kita bersama," pesannya.
 
Rowang Jadi Model Kelurahan Ramah Anak di Ruteng
 
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Rowang menegaskan komitmennya menjadi model percontohan Kelurahan Ramah Anak Migrasi di Kabupaten Manggarai. Sinergi antara pemerintah lokal dan lembaga religius seperti Gembala Baik menjadi langkah konkret membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan.
 
"Jika anak-anak merasa aman dan diterima, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan peduli. Dan itu berarti masa depan Manggarai ada di tangan yang tepat," tutup Lurah Felko Magur.

FOLLOW US