• Nusa Tenggara Timur

Festival Golo Curu 2025: Perpaduan Iman, Budaya, dan Kebangkitan Ekonomi Manggarai

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 03/10/2025 17:57 WIB
Festival Golo Curu 2025: Perpaduan Iman, Budaya, dan Kebangkitan Ekonomi Manggarai Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu (kedua dari kiri) bersama Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat (tengah) dan unsur Forkopimda saat pembukaan Festival Golo Curu 2025 di halaman Gereja Katedral Ruteng, Jumat (3/10/2025).

KATANTT.COM---Suasana halaman Gereja Katedral Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (3/10/2025) berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama dan budaya menghadiri pembukaan Festival Golo Curu 2025, sebuah perayaan tahunan yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
 
Festival ini secara resmi dibuka oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, didampingi Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selama lima hari, hingga 7 Oktober 2025, masyarakat akan disuguhkan beragam atraksi budaya, kegiatan rohani, hingga pameran ekonomi kreatif yang melibatkan ratusan pelaku usaha lokal.
 
Festival Lintas Iman dan Budaya
 
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, menegaskan bahwa Festival Golo Curu merupakan ruang kebersamaan yang mempersatukan seluruh masyarakat tanpa sekat perbedaan.
 
"Festival ini adalah milik kita bersama. Jangan ada lagi percakapan yang menyinggung perbedaan, melainkan mari kita merayakan indahnya kolaborasi dan keberagaman," ujarnya.
 
Tahun ini, panitia mengangkat tema "Ekaristi Transformatif dalam Narasi Sosial dan Ekologis". Tema tersebut, menurut Fabianus, menjadi pengingat bahwa spiritualitas iman tidak boleh berhenti pada ranah pribadi semata, tetapi harus diwujudkan dalam kepedulian sosial serta tanggung jawab menjaga lingkungan hidup.
 
Ruang Ekspresi Seni dan Ekonomi Kreatif
 
Ketua Umum Panitia Festival, Yos Nono, menjelaskan bahwa sebanyak 97 pelaku UMKM ikut ambil bagian, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil pertanian lokal. Setiap hari, festival dipadati sekitar 3.000 hingga 5.000 pengunjung.
 
"Festival Golo Curu bukan sekadar pesta rohani, melainkan juga ruang ekspresi untuk melestarikan warisan leluhur dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dukungan penuh datang dari Pemda, Keuskupan, paroki, hingga umat di tingkat akar rumput," ungkap Yos.
 
Makna Sinodal dalam Perayaan
 
Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, menekankan bahwa festival ini memiliki makna lebih dari sekadar perayaan budaya. Festival Golo Curu, katanya, adalah bagian dari perjalanan sinodal gereja lokal yang sejalan dengan momentum Sinode Gereja Katolik universal dan Tahun Yubelium 2025.
 
"Puncak festival adalah prosesi patung Santa Maria Ratu Rosario dari Katedral menuju Golo Curu. Ini bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan bersama yang meneguhkan iman, memperkuat komuni gereja, sekaligus membangun relasi sosial di tengah masyarakat," tutur Uskup Siprianus.
 
Harapan Jadi Event Nasional
 
Wakil Bupati Fabianus Abu menaruh harapan besar agar Festival Golo Curu dapat masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan begitu, festival ini bukan hanya menjadi perayaan iman dan budaya, melainkan juga ajang promosi pariwisata Manggarai ke tingkat nasional.
 
"Festival Golo Curu harus menjadi berkah, yang berdampak nyata pada kehidupan rohani, sosial, ekonomi, dan ekologis masyarakat Manggarai," tegasnya.
 
Panggung Seni Meriahkan Malam Festival
 
Kemeriahan festival semakin lengkap dengan penampilan seni dari berbagai sekolah, seperti marching band SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng, Tarian Tiba Meka dari SMPN 4 Langke Rembong, hingga atraksi anak-anak TKK Kemala Bhayangkari Ruteng.
 
Malam harinya, hingga pukul 23.00 Wita, panggung hiburan menampilkan band-band lokal dan nasional yang disiapkan panitia untuk menghibur masyarakat.
 
Ikon Pariwisata Baru Manggarai
 
Dengan perpaduan iman, seni, dan ekonomi kreatif, Festival Golo Curu 2025 dipandang sebagai salah satu ikon baru pariwisata Manggarai. Lebih dari sekadar pesta tahunan, festival ini menjadi simbol persaudaraan lintas iman dan budaya, sekaligus momentum kebangkitan ekonomi rakyat di bumi Congka Sae.
 
 

FOLLOW US