Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Kabupaten Sikka di Pulau Flores kembali beroperasi hari ini Rabu (1/10/2025).
KATANTT.COM--Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Kabupaten Sikka di Pulau Flores kembali beroperasi hari ini Rabu (1/10/2025).
Pengumuman beroperasi kembalinya bandara ini disampaikan lewat media sosial resmi sesuai dengan NOTAM Aerodrome Resumed Normal Operation Nomor:C1463/25 NOTAMC C1458/25.
Sebelumnya pihak bandara menghentikan operasi selama sepekan imbas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki. Penutupan ini berlangsung dari 24 September lalu hingga Selasa (30/9/2025).
Pihak bandara juga telah mengumumkan penutupan operasi sementara ini secara resmi melalui akun media sosial mereka untuk diketahui masyarakat.
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan rentetan erupsi atau aktivitas vulkanik yang tinggi sejak 21 September 2025.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Partahian Panjaitan dalam keterangannya membenarkan informasi penutupan bandara ini.
Penutupan ini berdasarkan Notice to Airmen NOTAM Aerodrome Closed Nomor: C1458/25 NOTAMR C1454/25. "Sejak 24 September 2025 dan hari ini kembali ditutup," ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Penutupan operasi sementara berdasarkan hasil uji papper test di landasan bandara tersebut. Uji itu juga menemukan ruang udara sekitar bandara terdampak abu vulkanik dari Lewotobi Laki-laki.
Gunung api Lewotobi Laki-laki erupsi pada hari Selasa lalu pukul 14:15 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1000 meter di atas puncak gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) merekomendasikan masyarakat untuk menjauh 6 kilometer (km) dari pusat gunung. Status gunung ini sudah turun dari Level IV (AWAS) menjadi Level III (SIAGA) pada Senin (29/9/2025).
Pada periode 23 - 29 September 2025 pukul 06.00 WITA, gunung api ini tercatat 50 kali gempa letusan, 77 kali gempa hembusan, satu kali gempa harmonik, 79 kali gempa tremor non-harmonik, 42 kali gempa low frequency, enam kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, dan 31 kali gempa tektonik jauh.
"Namun dalam periode ini, jumlah kejadian erupsi eksplosif berfluktuasi dengan skala yang tidak terlalu besar. Demikian pula dengan kejadian gempa vulkanik Dalam juga mengalami penurunan," sebut Kepala Badan Geologi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid, dalam laporannya Senin petang
Badan Geologi juga mengeluarkan Peringatan Observasi Vulkanik untuk Penerbangan (VONA) dengan kode warna ORANGE, menandakan aktivitas vulkanik yang masih tinggi dan berpotensi membahayakan.
"Aktivitas vulkanik kali ini menunjukkan adanya erupsi yang mengeluarkan abu vulkanik secara lokal, dengan potensi gangguan terhadap penerbangan di sekitar wilayah tersebut," ujarnya.
Sebelumnya status penerbangan juga berada pada kode ORANGE, yang menegaskan tingkat kewaspadaan yang sama.