KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membangun tembok penahan tanah (TPT) di wilayah Golo Munta, Desa Beamese, Kecamatan Cibal, pasca bencana longsor yang terjadi pada Mei 2025 lalu.
Pembangunan TPT dengan panjang 25 meter dan tinggi 10 meter itu sudah berlangsung selama dua pekan terakhir.
Proses pengerjaan melibatkan warga setempat yang dipimpin oleh Fongsi Daru bersama sembilan anggota tim kerja.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai prosedur dan petunjuk teknis.
Kepala Desa Beamese, Siprianus Tari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai yang merespons cepat permintaan desa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Paulinus Edi yang turut membantu dalam penyediaan material pembangunan.
Dukungan serupa disampaikan anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Yoakim N. Jehati (Golkar). Ia menilai langkah pemerintah melalui BPBD sangat membantu warga terdampak.
"Bencana longsor Mei lalu sangat mengganggu aktivitas dan mengancam keselamatan masyarakat. Karena itu, kami berharap pemerintah tetap menjadi garda terdepan dalam sosialisasi mitigasi bencana, sehingga masyarakat lebih waspada terutama saat musim hujan berkepanjangan," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (25/9/2025).
Hal senada juga disampaikan warga terdampak, Monika Inggis, yang merasa lebih tenang setelah adanya pembangunan TPT di depan rumahnya.
"Kami selalu khawatir setiap hujan deras. Sekarang dengan adanya pembangunan ini, kami merasa lebih aman. Terima kasih kepada pemerintah," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Thomas Tahir (PKB), menekankan pentingnya pelaksanaan proyek sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Pembangunan ini harus benar-benar sesuai dengan SOP agar bisa bertahan lama dan melindungi warga dari ancaman longsor. Kami juga mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi pekerjaan di lapangan supaya hasilnya maksimal dan sesuai harapan bersama," tegasnya.
Langkah cepat yang dilakukan BPBD Manggarai di Desa Beamese ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan pemukiman warga dari ancaman longsor pada musim hujan mendatang.