• Nusa Tenggara Timur

Mayat Restiana Tuju Ditemukan di Kali Wae Mese, Keluarga Nilai Kematian Tak Wajar

Wilibrodus Jatam | Kamis, 25/09/2025 12:00 WIB
Mayat Restiana Tuju Ditemukan di Kali Wae Mese, Keluarga Nilai Kematian Tak Wajar Dua anggota keluarga korban, yakni suami Restiana Tuju, Kampianus Raru (kiri), dan ayah kandungnya, Konstatinus Damar (kanan), saat memberikan keterangan di Polres Manggarai terkait dugaan kejanggalan kematian Restiana yang ditemukan di Kali Wae Mese.

KATANTT.COM---Penemuan mayat seorang wanita di Kali Wae Mese, Desa Golo Ropong, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, menyisakan misteri. Sosok tersebut diketahui bernama Restiana Tuju (37), warga Purang, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai.
 
Mayat Restiana pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Valensius Jehalut saat hendak memindahkan ternak sapi di sekitar Kampung Rentung. Temuan itu sontak menggegerkan warga setempat.
 
Keluarga Nilai Kematian Tidak Wajar
 
Bagi pihak keluarga, kematian Restiana dinilai janggal. Pada Rabu (24/9/2025), keluarga mendatangi Polres Manggarai untuk memberikan keterangan sekaligus meminta polisi serius mengusut kasus ini.
 
Salah satu yang hadir adalah Kampianus Raru, suami korban, yang baru tiba dari Papua setelah mendengar kabar duka. Selama hampir empat tahun, Kampianus merantau di Papua untuk mencari nafkah.
 
Menurut Kampianus, komunikasi terakhir dengan istrinya berlangsung pada 27 Agustus melalui panggilan video WhatsApp. Dalam percakapan itu, Restiana terlihat baik-baik saja tanpa menunjukkan tanda-tanda masalah. Bahkan, pada 25 Agustus, ia masih sempat mengirimkan uang Rp1 juta untuk kebutuhan keluarga.
 
Namun sejak 28 Agustus, istrinya tidak lagi memberi kabar hingga akhirnya ditemukan meninggal pada 18 September. "Saya tidak tahu dia meninggal karena apa. Dari kondisi jenazah, saya melihat ada banyak kejanggalan," ungkap Kampianus usai pemeriksaan di Polres Manggarai.
 
Dugaan Kejanggalan di TKP
 
Kampianus menuturkan, sejumlah kejanggalan terlihat dari kondisi jenazah. Handphone milik korban tidak ditemukan di lokasi kejadian. Selain itu, kepala korban terlihat sudah terpisah dari tubuh, dan perutnya tampak terbuka sebagaimana terekam dalam foto serta video yang beredar.
 
"Dari kejanggalan ini perlu ada penjelasan polisi agar penyebab kematian istri saya bisa terungkap. Saya berharap polisi dapat mengungkap kebenaran," tegasnya.
 
Polisi Lakukan Pemeriksaan
 
Kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Manggarai. Suami korban serta ayah kandung Restiana telah dimintai keterangan oleh penyidik.
 
Konstatinus Damar (57), ayah korban, mengatakan polisi banyak menanyakan kondisi anaknya sebelum meninggal. "Yang saya ingat, mereka tanya apakah Restiana sedang mengandung. Saya jawab tidak, karena selama ini saya lihat dia sehat-sehat saja," jelasnya.
 
Ia juga mengaku diperlihatkan sebilah pisau dapur yang ditemukan polisi saat olah TKP pada 19 September. "Saya menyerahkan semua kejadian ini kepada polisi. Saya berharap mereka benar-benar serius menyelidiki dan bisa mengungkap kebenaran di balik kematian anak saya," ujarnya.
 
Upaya media ini untuk mengonfirmasi perkembangan kasus kepada Kanit PPA Polres Manggarai, Aipda Antonius Habun, berujung pada arahan untuk menemui Kasi PIDM (Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Multimedia), Iptu I Made Budiarsa. Namun, ketika didatangi, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

FOLLOW US