• Nusa Tenggara Timur

Aksi Ribuan Lilin Doa Bersama Warga dari Tapal Batas Belu-Timor Leste Untuk Affan Kurniawan

Yansen Bau | Sabtu, 30/08/2025 23:20 WIB
Aksi Ribuan Lilin Doa Bersama Warga dari Tapal Batas Belu-Timor Leste Untuk Affan Kurniawan Aksi ribuan lilin dan doa bersama untuk Affan Kurniawan dari warga Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu malam (30/7/2025).

KATANTT.COM---Nyala lilin dan doa bersama ribuan warga Kabupaten Belu mengiring kepergian Affan Kurniawan seorang ojol yang meninggal dunia pasca terlindas kendaraan rantis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta.

Aksi ajakan kedamaian dari tepian Rai Belu perbatasan Indonesia dan Timor Leste berlangsung di titik nol Kota Atambua bundaran Paroki Gereja Katedral Atambua pada pukul 23.00 Wita.

Hadir dalam aksi itu, Bupati Belu, Ketua DPRD Belu, jajaran Forkopimda Plus, tokoh agama, komunitas ojek online (ojol), TNI/Polri, pemuda gereja dan masjid, paguyuban K2S, Sidomukti, Warga Belu Lamongan (WBL), aliansi mahasiswa Cipayung Belu dan masyarakat umum.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Kris Fallo, Pr, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pembakaran lilin serta peletakan bunga sebagai simbol doa dan solidaritas.

Aksi doa bersama ribuan warga dengan diiringi cahaya lilin yang menyala bentuk keprihatinan atas insiden yang menimpa Affan Kurniawan berjalan aman dan kondusif.

Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam kesempatan itu menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas peristiwa yang menimpa almarhum Affan Kurniawan.

Lebih lanjut dia mengajak seluruh masyarakat perbatasan Belu untuk tetap menjaga keamanan, kedamaian serta mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.

“Kita berduka atas meninggalnya saudara Affan. Mari kita menjaga kabupaten kita, menjaga kota kita, dan berdoa bersama agar Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa," ujar Lay.

Tambah dia, jika ada persoalan atau aspirasi, mari kita bicarakan melalui dialog. Pemerintah, aparat, tokoh agama, dan semua pemangku kepentingan siap mendengar dan mencari jalan keluar terbaik.

"Hidup damai itu indah. Karena itu, mari kita mulai perdamaian dari Belu untuk Indonesia," ajak Lay.

Senada, salah satu perwakilan komunitas ojol, Albert Beno, menyampaikan apresiasi atas perhatian besar yang diberikan pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat.

Dia menilai inisiatif menggelar aksi nyala lilin dan doa bersama ribuan warga Belu ini menjadi wujud nyata kepedulian dan persaudaraan dari perbatasan Belu untuk Indonesia.

“Terima kasih karena pemerintah dan berbagai unsur organisasi telah mengajak kami berdiskusi dan bersama-sama menyampaikan kepedulian ini. Kami tidak sendiri," kata dia.

Lebih lanjut Beno juga mengingatkan agar dalam menyampaikan aspirasi boleh, tetapi jangan dengan cara merusak, apalagi terjebak pada provokasi di media sosial.

"Mari kita saling menghargai, rendah hati, dan menjaga damai,” pungkas dia.

 

FOLLOW US