• Nusa Tenggara Timur

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UNIKA Ruteng Edukasi Remaja Ponggeok

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 29/08/2025 09:09 WIB
Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UNIKA Ruteng Edukasi Remaja Ponggeok Mahasiswa KKN UNIKA St. Paulus Ruteng bersama siswa-siswi SMPK Sinar Ponggeok berpose usai mengikuti workshop bertema “Pernikahan Dini dan Pergaulan Bebas” di Asrama Paroki Ponggeok, Kamis (28/8/2025).

KATANTT.COM---Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Katolik (UNIKA) St. Paulus Ruteng yang ditempatkan di Desa Ponggeok, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, menggelar workshop edukatif bersama siswa-siswi SMPK Sinar Ponggeok, Kamis (28/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di Asrama Paroki Ponggeok itu mengangkat tema “Pernikahan Dini dan Pergaulan Bebas”.
 
Koordinator KKN, Bonivasius Saldianus Gae, menegaskan bahwa program KKN tahun ini diarahkan secara tematik agar selaras dengan isu nasional, khususnya penanganan stunting dan peningkatan literasi serta numerasi.
 
“Workshop ini bagian dari langkah preventif. Pernikahan dini dan pergaulan bebas terbukti memberi dampak langsung terhadap stunting dan menurunkan kualitas generasi penerus. Karena itu, mahasiswa KKN hadir bukan hanya menjalankan program akademik, tetapi juga membangun kesadaran remaja agar lebih siap menyongsong masa depan,” jelas Bonivasius.
 
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Gereja Paroki Santu Arnoldus Janssen Ponggeok. Moderator Kepemudaan sekaligus Pastor Rekan, RD. Marselinus Nono, atau akrab disapa Romo Ceng, turut hadir memberikan arahan rohani.
 
Dalam pesannya, Romo Ceng mengingatkan para remaja agar tidak menjadikan pernikahan sebagai pelarian dari masalah hidup. Menurutnya, pernikahan harus ditempuh dengan kesiapan matang, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
 
"Pernikahan yang terburu-buru justru melahirkan persoalan baru yang lebih rumit. Karena itu, jangan pernah melihat pernikahan sebagai jalan pintas, tetapi sebagai panggilan yang penuh tanggung jawab," tegasnya.
 
Lebih jauh, ia juga menyoroti pengaruh negatif dari pergaulan bebas yang semakin marak di tengah keterbukaan teknologi dan informasi. Romo Ceng menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan Gereja dalam mendampingi remaja agar tidak terjerumus ke dalam perilaku berisiko.
 
"Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam kesenangan sesaat, melainkan dalam kematangan, kesabaran, dan ketaatan pada nilai-nilai yang benar. Semua pihak punya tanggung jawab untuk menuntun generasi muda ke arah yang baik," tandasnya.
 
Ia juga berharap agar para remaja Ponggeok tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi sekaligus termotivasi untuk menjaga diri, menata masa depan, serta berkomitmen pada nilai-nilai moral dan iman yang kokoh.
 
"Terima kasih saya sampaikan kepada adik-adik mahasiswa. Mereka telah membuktikan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wujud nyata kepedulian kampus dalam mendukung Gereja dan masyarakat membangun generasi muda yang sehat," pungkasnya.
 

FOLLOW US