Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memperingati semangat kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang demi membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi.
Acara diawali dengan upacara bendera memperingati
Hari Pramuka, dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah Wilhelmus Bastian, serta penyampaian materi oleh Koordinator Wilayah
BGN, Ansgariana Yetry dan Kepala SPPG Leda, Gregorius Yolan Setiawan. Keduanya didampingi Arsen Palembang, Brian Galung, dan Jendry Kremilo.
Wilhelmus Bastian menegaskan bahwa momen
Hari Pramuka merupakan waktu yang tepat untuk menyosialisasikan Program MBG. Menurutnya, nilai-nilai dalam kepramukaan seperti disiplin, gotong royong, dan kemandirian selaras dengan kesadaran menjaga kesehatan.
"Pramuka mengajarkan kita untuk siap siaga dalam segala hal, termasuk menjaga kesehatan diri. Dengan jumlah siswa mencapai 2.377 orang,
Program Makan Bergizi Gratis akan memberi manfaat nyata, tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga prestasi akademik dan pembentukan karakter," ujarnya.
Ansgariana Yetry menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang merupakan fondasi utama membentuk generasi emas Indonesia 2045. Ia menyampaikan, Program MBG hadir untuk memastikan tidak ada pelajar yang belajar dalam kondisi lapar atau kekurangan gizi.
"Dalam beberapa minggu ke depan, akan ada penambahan empat dapur baru yang beroperasi, yaitu Dapur Leda, yang salah satu penerima manfaatnya adalah
SMAK Sadar Wisata, serta Dapur Pau Ngawe, Dapur Lao, dan Dapur Waso. Dengan demikian, akan ada enam dapur yang aktif di Langke Rembong, ditambah dua dapur yang masih dalam tahap pembangunan. Jika digabung dengan Dapur Polres dan Kodim, totalnya mencapai sepuluh dapur di wilayah ini," terangnya.
Sementara itu, Gregorius Yolan Setiawan mengajak masyarakat mendukung program gizi secara berkelanjutan.
"Mari mulai dari hal sederhana. Pelihara ayam, tanam sayur, dan buah di pekarangan rumah. Dengan begitu, kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara mandiri tanpa selalu bergantung pada pasokan luar," ujar pria yang akrab disapa Wawan.
Arsen Palembang turut menekankan pentingnya keterlibatan aktif siswa. Menurutnya, siswa yang memiliki pengetahuan gizi memadai akan lebih bijak dalam memilih makanan sehat, bahkan di luar lingkungan sekolah.
"Kita tidak bisa mengawasi mereka setiap saat, tetapi dengan pengetahuan yang benar, mereka akan mampu memilih makanan yang bermanfaat bagi tubuhnya," tuturnya.
Sepanjang kegiatan, siswa dan guru menyimak materi dengan penuh perhatian. Paparan yang disampaikan bersifat informatif, terstruktur, dan tepat sasaran, memberikan pemahaman jelas mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme Program MBG di sekolah.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama tim
BGN, para pendidik, dan siswa
SMAK Sadar Wisata. Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk terus mendampingi sekolah dalam penerapan Program MBG, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkesinambungan.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi tonggak penting dalam membentuk generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di tingkat global. Semangat
Hari Pramuka yang sarat nilai kebersamaan dan pengabdian menjadi pendorong kuat untuk mewujudkan cita-cita tersebut.