• Nusa Tenggara Timur

80 Tahun Merdeka, Warga di Kampung Fatuk Mutin Perbatasan Belu Masih Kegelapan

Yansen Bau | Rabu, 13/08/2025 15:13 WIB
80 Tahun Merdeka, Warga di Kampung Fatuk Mutin Perbatasan Belu Masih Kegelapan doc. ilustrasi

KATANTT.COM---Selama 80 tahun atau sejak 17 Agustus 1945 Indonesia Merdeka, masih terdapat satu kampung di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL gelap gulita tanpa penerangan listrik.

Kenyataan tersebut dialami warga masyarakat yang berdomisili di RT 03/RW 02 kampung Fatuk Mutin, Dusun Lelowai, Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat yang belum merdeka karena masih gelap gulita.

Menariknya, satu kampung yang dihuni oleh sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) ini selain tidak ada listrik, tapi dihantui juga infrastruktur atau akses transportasi yang rusak. Kampung ini juga tidak jauh dari pusat Kota Atambua.

Menyikapi kondisi itu, Anggota DPRD Belu Mundus Tita menyampaikan, sebagai Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem sangat prihatin dengan salah satu dusun di Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat yang hingga kini belum menikmati kemerdekaan di penerangan listrik.

"Mereka masih keluarga saya, sampai saat ini Indonesia sudah merdeka 80 tahun, mereka tidak pernah nikmati yang namanya listrik," ujar dia kepada media, Rabu (13/8/2025).

Terkait itu, Tita memohon kepada Pemerintah Belu memberikan perhatian serius kepada warga Dusun Fatuk Mutin yang masih hidup dalam kegelapan atau belum ada penerangan listrik.

"Jadi, saya mohon kepada Pak Bupati Willy Lay dan Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves Belu tolong berikan hadiah terindah buat mereka warga di Dusun FatuK Mutin," pinta dia.

Masih menurut Anggota DPRD dua periode dari Fraksi Nasdem itu menuturkan bahwa, kampung Fatuk Mutin sangat potensi di bidang pertanian dan peternakan.

"Sekali lagu saya mohon dengam rendah hati Pemda Belu dan PLN wilayah NTT tolong berikan hadiah terindah buat mereka di hari kemerdekaan Indonesia yang 80 tahun ini," harap Tita.

 

FOLLOW US