Bupati Belu, Willy Lay saat memberikan arahan dalam kegiatan launcing serentak 80 ribu Kopdes Merah Putih secara daring di Desa Fatuketi, Kabupaten Belu perbatasan, Senin (21/7/2015).
KATANTT.COM---Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto launcing sebanyak 80 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih secara serentak di seluruh wilayah Indonesia secara daring, Senin (21/7/2025).
Salah satunya Koperasi Desa Merah Putih di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL yang ditunjuk Presiden Prabowo sebagai pilot project program nasional di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Hadir dalam peresmian tersebut, Bupati Belu, Wakil Bupati Belu, Asisten Deputi Logistik Dalam Negeri Kementerian Koordinator Bidang Pangan, unsur Forkopimda, Pimpinan OPD, para Pimpinan BUMN, BUMD erta para Kepala Desa, Penjabat Kepala Desa se-Kabupaten Belu.
Peresmian Kopdes Merah Putih secara nasional merupakan langkah strategis Pemerintah Pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat akar rumput melalui penguatan ekonomi desa yang berbasis kebersamaan dan kegotong-royongan di perbatasan Belu.
Pada kesempatan itu, Bupati Belu, Willy Lay mengapresiasi langkah nyata Presiden Prabowo Subianto dalam membangun fondasi ekonomi dari Desa. "Koperasi ini akan memberikan dampak positif bagi warga khususnya di wilayah perbatasan," ujar dia.
Diharapkan, koperasi ini juga menjadi instrumen stabilitas harga, membantu akses modal usaha serta menyiapkan wadah pemasaran produk lokal melalui skema kemitraan dengan pihak swasta maupun Pemerintah.
Pantauan media, usai peresmian dilanjutkan dengan peninjauan enam gerai Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi di Desa Fatuketi. Dimana, gerai tersebut akan menjadi titik distribusi logistik dan akses ekonomi terintegrasi bagi masyarakat.
Peluncuran Kopdes Merah Putih ini menunjukkan komitmen Pemerintah guna membangun Indonesia dari daerah pinggiran dengan pemberdayaan masyarsecara nyata dan berkelanjutan.
"Melalui koperasi yang dikelola oleh warga sendiri ini diharapkan masyarakat Desa tidak lagi sekedar menjadi penonton, namun pelaku utama dalam membangun ekonomi lokal," pinta Willy Lay.