• Nusa Tenggara Timur

Tudingan Tahan SK Veteran, Fanus Atok : Tidak Benar, Berkasnya Leandro Tidak Urus di LVRI Belu

Yansen Bau | Senin, 12/05/2025 13:53 WIB
Tudingan Tahan SK Veteran, Fanus Atok : Tidak Benar, Berkasnya Leandro Tidak Urus di LVRI Belu Ketua LVRI Belu, Fanus Atok didampingi Kakaminvet NTT, Kapten Czi. I Wayan Mertadana saat konferensi pers bersama awak media di Kantor Macab LVRI Belu, Kimbana, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Senin (12/5/2025).

KATANTT.COM---Ketua Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Belu, Stefanus Atok memberikan klarifikasi terkait tudingan telah menahan SK keanggotaan LVRI atas nama Leandro Duarte warga Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Tidak saja itu, dalam pemberitaan di salah satu media online, Fanus Atok sapaan akrab Ketua LVRI Belu itu disebut juga menerima seekor ternak sapi dan diduga meminta uang Rp. 6,5 juta sebagai syarat mengambil SK yang telah di tahan bertahun-tahun.

"Tuduhan, tudingan itu tidak benar dan saya tidak pernah bertemu dengan mereka," ujar Fanus Atok didampingi Kakaminvet NTT, Kapten CZI. I Wayan Mertadana dalam konferensi pers di Kantor Macab LVRI Belu di Kimbana, Kecamatan Tasbar, Senin (12/5/2025).

Menurut dia, yang bersangkutan bersama beberapa rekannya seperti yang diberitakan mendatangi Kantor Minvet Kupang dan melakukan pengecekan katanya SK telah diambil saya dan Julio do Carmo.

Sedangkan, untuk mengurus berkas administrasi veteran tidak pernah melalui Kantor LVRI Belu karena yang bersangkutan (Pak Leandro) sendiri merupakan tim sepuluh dan bersebrangan jadi otomatis tidak akan pernah urus adminnya di sini.

"Saya sendiri tidak pernah bertemu Pak Leandro secara langsung demikian juga beberapa orang yang disebutkan dalam berita tidak duduk bersama saya. Apalagi mengurus berkas administrasi veteran di Kantor LVRI Belu tidak pernah karena itu tim sepuluh," jelas dia.

Terkait tudingan itu, Fanus Atok tegas meminta bukti kalau benar mereka bertemu dengan saya di Kantor Macab LVRI Belu dan meminta uang Rp. 6,5 juta dari mereka dan juga sapi yang diberikan itu diangkut dari mana di turunkan dimana.

"Kalau orang tim sepuluh maka saya minta bukti jelas daripada saya difitnah terus, menuduh saya terus. Termasuk Kakaminvet yang baru ditugaskan di Kaminvet juga dituduh terima uang Rp. 6,5 juta sama dengan saya," sebut dia.

Lebih lanjut Fanus Atok tekankan bahwa, dirinya tidak pernah bertemu secara pribadi dengan tim sepuluh. Apalagi datang untuk mengurus administrasi di Kantor Macab LVRI Belu tidak pernah.

"Mereka tidak pernah sama sekali disini, karena mereka urusnya langsung ke Kupang. Jadi kapan dan dimana saya terima uang untuk ambil SK nya dan sapinya diberikan kapan tolong berikan buktinya," tandas dia.

Fanus Atok kembali tegaskan bahwa, semua tudingan dan tuduhan tersebut tidak benar dan dirinya tidak pernah bertemu dengan mereka. Karena itu saya akan bawa kasus ini ke ranah hukum.

"Setahu saya bapak Leandro itu tim sepuluh dan tidak pernah urus berkas administrasi di sini. Saya tidak puas dan akan ambil langkah hukum laporkan ke pihak berwenang karena mereka telah lakukan pencemaran nama baik, sehingga bisa dibuktikan saya menerima uang dan sapinya," pungkas dia.

 

FOLLOW US