Bupati TTU, Falent Kebo saat menyerahkan penghargaan kepada Kalaksa BPBD Belu di halaman Kantor Bupati TTU perbatasan RI-RDTL, Rabu (9/4/2025).
KATANTT.COM---Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyerahkan piagam penghargaan kepada tim gabungan penyelamatan korban perahu tenggelam di perairan Oebubun, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU bulan lalu.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tim gabungan atas tindakan kemanusiaan dihadiri Forkopimda berlangsung di lapangan Kantor Bupati TTU, perbatasan RI-RDTL, Rabu (9/4/2025) pukul 10.30 Wita
Dalam sambutan, Bupati Falent menyampaikan, atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten TTU, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para nelayan dan semua pihak yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya kapal Lampara yang merenggut nyawa 5 anggota masyarakat Kabupaten TTU.
"Saya menyatakan rasa syukur dan terima kasih yang dalam terhadap para nelayan yang berani terjun ke laut untuk membantu serta kepada pihak-pihak yang terlibat termasuk tim SAR, kepolisian, dan masyarakat setempat," ujar dia.
Ditekankan, pemberian piagam penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten TTU hari ini mencerminkan rasa terima kasih atas keberanian dan dedikasi anda sekalian dalam menyelamatkan nyawa, serta menunjukkan pentingnya solidaritas dalam menghadapi tragedi.
Acara penyerahan piagam penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan pengakuan atas dedikasi dan keberanian yang telah ditunjukkan oleh para nelayan dan semua kapal Lampara yang menewaskan lima warga masyarakat TTU adalah sebuah peristiwa yang menyentuh hati kita semua. Fi antara korban, terdapat seorang tokoh masyarakat yang sangat kita hormati, mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes.
"Kehilangan beliau adalah duka yang mendalam bagi kita semua. Dalam momen yang penuh haru ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan makna dari tindakan penyelamatan yang telah dilakukan," kata Falent.
"Dalam filosofi kemanusiaan, kita diajarkan bahwa setiap nyawa adalah berharga. Ketika kita melihat seseorang dalam kesulitan, panggilan hati kita adalah untuk membantu. Para nelayan yang berani terjun ke laut, menghadapi ombak dan arus demi
menyelamatkan jiwa-jiwa yang terjebak, adalah contoh tinggi," tambah dia.
Tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas dan kepedulian. Dalam proses pencarian dan evakuasi, kita melihat bagaimana berbagai elemen masyarakat bersatu, saling bahu-membahu, tanpa memikirkan imbalan. Ini adalah cerminan dari semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari budaya kita.
"Penghargaan yang kita berikan hari ini bukan hanya untuk menghormati tindakan heroik para nelayan dan pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga sebagai pengingat bagi kita semua. Kita harus terus membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan di laut. Kita harus berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan bagi para nelayan, agar mereka dapat lebih siap menghadapi situasi darurat di masa depan. Kita juga perlu memperkuat infrastruktur dan sistem peringatan dini untuk mencegah tragedi serupa terjadi lagi," tekan dia.
Lanjut Falent, harapan kita ke depan, agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan di laut dan memperkuat sistem peringatan dini.
"Sekali lagi, saya mengajak kita semua untuk terus berkomitmen dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Mari kita jadikan momen ini sebagai titik tolak untuk lebih peduli dan saling membantu. Mari kita jaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat kita," tutup dia.
Diketahui, piagam penghargaan penyelamatan diberikan kepada, Kapolsek Insana, Kapolsek Biboki Selatan, Pos TNI AL Atapupu, Basarnas Atambua, Satgas Brimob Polda NTT Wini, Koramil 1618-03/Wini.
Danki SSK 3 Satgas YONARHANUD 15/DBY, Satdir Polairud Polda NTT, Kalaksa BPBD Belu, Kades Oepuah, tiga pemilik kapal Lampara, 11 orang nelayan termasuk tiga korban selamat.