• Nusa Tenggara Timur

Jelang Natal dan Hari Amal Bhakti ke-79, Kemenag Belu Berbagi Kasih Dengan Umat

Yansen Bau | Jum'at, 20/12/2024 15:17 WIB
Jelang Natal dan Hari Amal Bhakti ke-79, Kemenag Belu Berbagi Kasih Dengan Umat (dok.ist) PNS dan PPPK Kemenag Kabupaten Belu berbagi kasih dengan umat jelang Natal dan Hari Amal Bhakti ke-79 tahun 2024.

KATANTT.COM---Penyuluh Agama Katolik PNS dan PPPK Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu berbagi kasih bersama umat dalam rangka menyambut Hari Natal dan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79, Kamis (19/12/2024).

Dalam aksi tersebut, dibagikan sembako ke Yohanes Bere umat Paroki St. Petrus Tukuneno, Kelurahan Lolowa dan Yosefina Rouk umat Paroki St. Maria Penebus Umanen, Kelurahan Umanen Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Kasi Urusan Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, Manuel Freitas menjelaskan,
tujuan manusia hidup adalah untuk bermakna bagi dirinya terlebih kepada sesama.

Dikatakan, untuk bisa menjadi manusia yang bermakna salah satu tindakan nyata yang bisa dilakukan adalah dengan berbagi kasih kepada sesama.

Berbagi kasih jelas Freitas, berarti berbagi apa kita miliki baik materi, moril maupun spiritual kepada sesame yang membutuhkan apalagi mereka yang kurang beruntung.

"Pembagian sembako ini berangkat dari rasa empati dan rasa sepenanggungan sebagai umat Allah. Sembako yang diberikan ini merupakan sumbangan dari ASN Penyuluh Agama Katolik Kemenag Belu," terang dia.

Menurut Freitas, dalam merayakan dua momen tersebut, sebagai bentuk kesyukuran maka ASN dan PPPK seksi urakat Kemenag mengambil momen ini untuk berbagi kasih dengan mengunjungi umat di Paroki St. Petrus Tukuneno dan Paroki St. Maria Penebus Umanen.

"Sembako yang diberikan ini sebagai wujud kasih cinta dan rasa syukur atas nikmat dan rahmat Tuhan yang kita terima," sebut dia.

"Adapun bingkisan sembako yang diberikan berupa telur, minyak goreng, beras, mie instant, sabun mandi dan cuci, teh dan gula," tambah Freitas.

Lanjut dia, gerakan berbagi kasih ini Lanjut manuel merupakan bagian dari upaya untuk memaknai semangat Natal dan Hari Amal Bhakti.

"Esensi dari perayaan Natal ada pada semangat kemanusiaan, sehingga akan lebih terasa sukacitanya jika berbagi dengan sesama yang membutuhkan," pungkas Freitas.

 

FOLLOW US