• Nusa Tenggara Timur

Satgas Yonif 741/GN Gagalkan Penyelundupan 14 Ball Pakaian Bekas dari Timor Leste

Yansen Bau | Kamis, 21/11/2024 08:33 WIB
Satgas Yonif 741/GN Gagalkan Penyelundupan 14 Ball Pakaian Bekas dari Timor Leste (dok.ist) barang bukti pakaian yang digagalkan Satgas Yonif 742/GN bersama Satgas Catur BAIS TNI, Unit Inteldim 1605/Belu dan Staf P2 Bea Cukai Atambua diamankan di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Umanen, Kabupaten Belu.

KATANTT.COM---Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 741/GN Pos Lo`okeu bersama Satgas Catur BAIS TNI, Unit Inteldim 1605/Belu dan Staf P2 Bea Cukai Atambua berhasil gagalkan penyelundupan barang ilegal berupa 14 ball pakaian bekas dari Negara Timor Leste.

Dansatgas Yonif 741/GN, Letkol Inf. Gafur Thalib membenarkan, pakaian bekas atau ball pres tersebut digagalkan di Jembatan Lo`okeu, Dusun Dubasa, Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Dijelaskan, berdasarkan informasi yang diterima anggota Unit Inteldim 1605/Belu bahwa akan adanya pengiriman ball pres didekat jembatan Lo`okeu. Terkait informasi itu langsung koordinasi dengan Danpos Lo`okeu, Sertu Lalu Panji.

"Kemudian melaporkan kepada Dan SSK III, Lettu Inf. Jhoni Rianando untuk menuju lokasi dengan membawa anggota guna melakukan pengecekan," terang Gafur, Kamis (21/11/2024).

Lanjut dia, dalam pelaksanaan penyisiran disekitar lokasi tim gabungan melihat belasan orang berlarian masuk ke arah Timor Leste dan ditemukan 14 ball pres pakaian bekas atau rombengan.

"Itu terdiri dari 13 ball women` cotton blouse A10 dan 1 ball hoodie wear yang akan diselundupkan masuk ke Indonesia," ujar Gafur.

Selanjutnya, barang bukti penyelundupan ini kemudian diangkut menggunakan mobil menuju Pos Lo`okeu kemudian diamankan ke Mako Satgas guna proses lebih lanjut.

Lebih lanjut Gafur memberikan apresiasi yang tinggi kepada anggota atas keberhasilan pengagalan penyelundupan di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

"Terus tingkatkan kewaspadaan dan terus laksanakan patroli di sekitar pos yang diduga sebagai jalur ilegal, kita harus berkomitmen penuh untuk memutus rantai penyelundupan di wilayah perbatasan," pesan dia.

 

FOLLOW US