Personel Polres Belu dibantu Brimob Atambua mengamanka debat pertama Paslon Pilkada Belu bertempat di Aula Ballroom Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (19/10/2024).
KATANTT.COM---Sebanyak 186 personel dikerahkan Polres Belu untuk mengamankan jalannya debat pertama pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Belu pada Pilkada serentak 27 November mendatang.
Debat kandidat terbuka empat paslon berlangsung di Aula Ballroom Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (19/10/2024).
"Dalam pengamanan debat pertama Pilkada Belu kita kerahkan 186 personil ditambah 35 personil dari Detasemen A Pelopor Brimob Atambua," ujar Wakapolres Belu, Kompol Lorensius
Wakapolres Belu, Kompol Lorensius menyampaikan, selain 186 personel ditambah juga 35 personil dari Detasemen A Pelopor Brimob Atambua dalam pengamanan debat pertama Pilkada Belu.
Dijelaskan, dalam pengamanan debat tersebut menggunakan dua sistem pengamanan yaitu pengamanan terbuka dan tertutup.
"Tadi sebelum kegiatan sudah dilakukan sterilisasi oleh personil Brimob, pengamanan tertutup ini berlangsung didalam aula kegiatan dan pengamanan diluar ini mulai dari pintu masuk hingga dijalan raya," terang Lorensius.
Dia berharap agar kegiatan debat pertama ini dapat berjalan lancar, damai dan tertib. "Kita harap kegiatan ini dapat berjalan lancar, aman, tertib dan kondusif," pinta dia Lorensius.
Sebelumnya, Ketua KPU Belu, Yohanes Seven Ata Palla, menjelaskan bahwa debat pertama ini mengusung tema Transformasi dan Inovasi Wilayah Masyarakat Perbatasan Menuju Kemajuan Daerah dan Kesejahteraan Sosial Rai Belu.
"Debat terbuka ini akan merujuk pada visi, misi, dan Program Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Belu, serta mencerminkan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah," ujarnya, Jumat 18 Oktober 2024.
Selain itu juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan nasional dan memperkokoh NKRI dan kebangsaan.
Menurut Ata Palla, debat ini akan berfokus pada dua sub-tema utama. Pertama, Kemajuan Daerah: Akselerasi Transformasi Wilayah Perbatasan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi, yang mencakup pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berperspektif Gender Equality Disability and Social Inclusion (GEDSI), pendidikan, kesehatan, serta penataan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan kawasan ekonomi kreatif, pariwisata, dan investasi ramah lingkungan, Pengarusutamaan kesetaraan Gender, disabilitas dan inkulusi sosial.
Kedua, Kesejahteraan Sosial : Akselerasi dan Pemerataan kesejahteraan
sosial yang berkeadilan di wilayah perbatasan yang mencakup pembangunan kewilayahan, pembangunan infrastuktur, ekonomi, pengentasan kemiskinan, Peningkatan PAD, pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien, Budaya.
Lanjut Ata Palla, debat ini akan dibagi dalam lima segmen, yaitu pembukaan dan penyampaian visi-misi dan program pasangan calon, Pendalaman visi-misi dan program pasangan calon. Tanya jawab dan sanggahan antar pasangan calon, Tanya jawab dan sanggahan antar pasangan calon dan Pernyataan penutup pasangan calon.
"Setiap paslon akan memiliki durasi waktu yang telah ditentukan, yakni empat menit untuk penyampaian visi misi dan program, dua menit untuk menjawab pertanyaan, satu menit untuk menanggapi jawaban, dan satu menit untuk memberikan pertanyaan kepada paslon lain. Pada segmen tanya jawab, paslon hanya akan mengajukan pertanyaan yang relevan dengan dua sub-tema debat," pungkas Ata Palla.