(dok.istimewa) Ketua DPC Tani Merdeka Kabupaten Belu, Vicente Hornai Gonsalves
KATANTT.COM---Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk mendukung petani dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas.
"Tujuan program Tani Merdeka menuju masyarakat petani yang mandiri, sejahtera dan berdaya saing tinggi dalam segala aspek pertanian," ujar Ketua DPC Tani Merdeka Kabupaten Belu, Vicente Hornai, Jumat (20/9/2024).
Menurut Vicente, hingga saat ini pihaknya telah mengirim puluhan warga petani Belu dalam empat gelombang ke PT. Timor Farm yang berlokasi di Nekus, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
"Kita sudah kirim empat gelombang. Setiap minggunya kita 30 sampai 40 orang untuk mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida," ujar dia.
Vicente menjelaskan, untuk petani anggota Tani Merdeka Belu yang telah mengikuti pelatihan gelombang pertama, hasil komoditi yang ditanam gunakan pupuk organik siap panen dalam waktu dekat.
"Untuk gelombang pertama mereka sudah punya hasil pertanian dan sudah bisa dipanen," terang dia.
Lebih lanjut Vicente kisahkan, ada berbagai keluhan petani yang diterimanya saat melakukan blusukan ke lapangan salah satunya pupuk yang selama ini menjadi kendala bagi mereka.
"Keluhan yang mereka sampaikan itu soal air, dan mahalnya harga pupuk karena keterbatasan ekonomi dan pestisida. Selain itu keluhan soal bibit, walaupun sudah dibantu oleh Pemerintah," kata dia.
"Itulah keluhan mereka petani di lapangan dan persoalan itu saya sampaikan kepada Ketua DPW Tani Merdeka," tambah Vicente yang juga calon Wabup Belu pasangan dengan Willy Lay itu.
Diutarakan, dengan metode yang dimiliki oleh PT Timor Farm Nusantara, hingga akhirnya diputuskan untuk para petani di Kabupaten Belu diutus untuk mengikuti pelatihan dalam peningkatan kapasitas
Masih menurut Vicente, dengan pelatihan yang diberikan ini sangat membantu para petani di Belu untuk keluar dari ketergantungan terhadap pupuk kimia.
"Jadi, metode pembuatan pupuk dan pestisida di PT Timor Farm Nusantara tidak gunakan pupuk kimia, tetapi para petani diajarkan membuat pupuk organik sendiri dari bahan limbah," pungkas dia.