• Nusa Tenggara Timur

Lestarikan Budaya, Suku Kemak Dirubati Gelar Lomba Pidato dan Pentas Seni

Yansen Bau | Kamis, 19/09/2024 08:17 WIB
Lestarikan Budaya, Suku Kemak Dirubati Gelar Lomba Pidato dan Pentas Seni Para peserta foto bersama dalam kegiatan lomba pidato dan pentas seni yang digelar oleh Suku Kemak Dirubati di Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Rabu (18/9/2024)

KATANTT.COM---Suku Kemak Dirubati mengadakan lomba pidato dan pentas seni yang diikuti sebanyak 17 peserta dari tingkat SMA dan SMK serta satu peserta dari tingkat SMP di Kabupaten Belu.

Kegiatan lestarikan budaya bertajuk "Revitalisasi Bahasa Kemak Dirubati melalui Tutur dan Sastra Lisan dalam Tarian Tradisional" digelar sehari bertempat di Rumah Adat Suku Kemak Dirubati, Kuneru, Kecamatan Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Rabu (18/9/2024) sore.

Dalam sambutannya, Djoese S. Martins Nai Buti menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini setelah melalui proses panjang selama 5 tahun, bekerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain menyelenggarakan kegiatan lomba hari ini, Budayawan sekaligus Penulis itu juga mengungkapkan keberhasilan dalam menerbitkan kamus bahasa Kemak Dirubati yang memuat 2800 kosakata.

"Terima kasih kepada Kantor Bahasa dengan pendampingnya kamus bahasa Dirubati bisa di selesaikan," ujar Djoese Nai Buti.

Akui dia, meski diakui masih terdapat kekurangan dalam kamus tersebut, ditegaskan bahwa kamus ini sudah mencakup sebagian besar bahasa Kemak Dirubati.

"Tahun lalu sudah diterbitkan, mendapat izin dan kami sudah menyebarkannya secara luas," sebut Djoese Nai Buti.

Menurut dia, lomba pidato dan pentas seni ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan dengan tujuan melestarikan budaya Suku Kemak Dirubati melalui generasi muda.

Lanjut dia, lomba pidato bahasa Kemak Dirubati ini diikuti oleh 17 peserta dari tingkat SMA dan SMK serta satu peserta dari tingkat SMP. Kegiatan ini berlangsung dalam sehari.

"Lomba ini ditujukan untuk siswa SMA dan SMK, namun satu siswa SMP turut ambil bagian. Ini hal yang luar biasa karena bahkan ada siswa SMP yang ingin ikut terlibat," ungkap Djoese Nai Buti.

Nantinya, para pemenang lomba akan mendapatkan hadiah Dengan rincian juara pertama mendapat Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta dan juara harapan satu sampai dengan tiga memperoleh hadiah sebesar Rp750 ribu.

"Hadiah-hadian ini disponsori oleh Bank NTT nanti dalam bentuk tabungan, kemudian Kantor Bahasa dan Bulog Provinsi NTT," terang Djoese Nai Buti.

Diketahui, hadir dalam kegiatan lomba tersebut, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Lurah Manumutin, Tokoh adat dan Tokoh masyarakat.

FOLLOW US