Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr
KATANTT.COM---Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr mengajak seluruh pihak untuk menerapkan manajemen teritori dan sistem pelayanan terpadu guna memperkuat daya tahan dan efektivitas operasional CU Kasih Sejahtera Atambua.
"Dua konsep penting yang perlu dikembangkan yakni, manajemen teritori dan sistem pelayanan terpadu dalam pelayanan," ucap dia usai perayaan ekaristi HUT ke-17 CU Kasih Sejahtera Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (8/6/2024).
Jelas Uskup Domi, hal tersebut bertujuan untuk memperpendek rentang kendali dari pusat ke tingkat bawah dan mengurangi biaya operasional.
"Harapannya agar CU Kasih Sejahtera terus berkembang dengan baik dan berkelanjutan," pinta dia.
Lebih lanjut dia menyampaikan selamat merayakan ulang tahun ke-17. Harapan besar kami adalah agar inisiatif dan perjuangan untuk mengembangkan Credit Union ini terus berlanjut sesuai dengan sistem yang baik.
"Kita harus belajar dari pengalaman masa lalu di mana banyak koperasi bubar karena lemahnya manajemen dan sistem kerja," kata Uskup Domi.
Dia juga menekankan pentingnya refleksi terhadap perjalanan CU Kasih Sejahtera dan belajar dari pengalaman CU lain yang tergabung dalam pusat koperasi.
Sementara Pengurus CU Kasih Sejahtera Atambua, Romo Syprianus Tes Mau, Pr, menyampaikan, memasuki usia ke-17 tahun, CUKS terus berkiprah di wilayah Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU) dan Malaka.
"Memasuki usia 17 tahun, ini adalah usia yang rentan namun diharapkan sudah siap untuk memasuki masa dewasa. Dalam aspek tata kelola, CU harus memiliki sistem yang baik dan teratur. Selain itu, dewasa dalam spiritualitas dan pelayanan juga sangat penting," tegas dia.
Tambah Romo Sypri, dalam semangat memperingati Hati Tak Bernoda Maria, CU Kasih Sejahtera diharapkan dapat mengembangkan pelayanan yang berkualitas dan melayani anggota dengan kedewasaan spiritual serta rohani.
"Kami berharap dengan memasuki usia 17 tahun, CU ini dapat menjadi lebih dewasa dalam berbagai aspek seperti pelayanan, spiritualitas, pemberdayaan dan tata kelola," pinta dia.